trending

Madu Galo-Galo Cupiang, Bukti Komitmen PTBA Majukan UMKM Berbasis Alam

Minggu, 3 Agustus 2025 | 19:00 WIB
Kolaborasi yang manis! PTBA dan Madu Galo-Galo Cupiang tunjukkan potensi besar UMKM lokal.

Kabar BUMN - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mendukung pengembangan UMKM berbasis alam melalui kisah sukses Madu Galo-Galo Cupiang.

Usaha budidaya lebah tanpa sengat (Trigona sp.) ini berasal dari Kota Sawahlunto, Sumatera Barat.

Madu Galo-Galo Cupiang ini dirintis oleh Hery Setiawan sejak 2016.

Baca Juga: Wisata Kawah Terindah di Dunia, Fenomena Alam yang Banyak Diubah dan Dioptimalkan untuk Tempat Wisata

Dan kini usahanya berhasil menembus pasar nasional hingga ekspor ke Malaysia.

Lewat dukungan dari PT Bukit Asam Tbk melalui program Rumah BUMN Sawahlunto, Hery mendapat pelatihan, modal, pengemasan, hingga akses pameran dalam dan luar negeri.

Produk andalannya seperti madu, propolis, dan bee pollen diolah secara alami, higienis, dan ramah lingkungan.

Madu yang dihasilkan lebah tanpa sengat diketahui memiliki kandungan fenolik dan antioksidan tinggi

Baca Juga: Bio Farma Gelar Aksi Bersih Sungai dan Edukasi Anak Sekolah di Sumedang

Rasanya asam-manis khas karena disimpan dalam kantung propolis yang kaya manfaat kesehatan.

Produk tersebut terus dikembangkan menjadi beragam produk turunan seperti sabun, masker, hingga kopi propolis.

Dampaknya terasa jelas, Madu Galo-Galo Cupiang kini dipasarkan ke Bali, Kalimantan, hingga diekspor ke Malaysia.

Baca Juga: Tidak Harus Mahir Bahasa Asing, Pergunakan Aplikasi Ini Kalau Bepergian ke Luar Negeri

Meski ekspor masih terbatas, permintaan luar negeri terus meningkat dan memotivasi Hery serta timnya.

Halaman:

Tags

Terkini