Vice President Public Relations KAI Anne Purba menambahkan bahwa pengadaan lokomotif CC 205 dan gerbong datar BM 54 ton ini merupakan upaya strategis untuk mempercepat pergeseran logistik dari moda darat ke moda rel, yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Anne juga menekankan komitmen KAI terhadap kemandirian industri nasional dengan memproduksi seluruh gerbong datar BM 54 ton di dalam negeri melalui PT INKA, dengan pemanfaatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang optimal.
Baca Juga: Telkom Gencar Tanam Pohon, Wujud Nyata Jaga Keanekaragaman Hayati
Selain itu, ia mengatakan sarana tambahan ini disiapkan untuk mendukung proyeksi angkutan batu bara sebesar 111,2 juta ton dan 10,9 juta ton angkutan non-batu bara pada 2029, termasuk dari proyek Sumbagsel, Tarahan II, dan Kertapati yang diperkirakan menambah total volume.
“Kami berharap dengan tambahan sarana ini, sistem logistik nasional akan semakin terintegrasi dan efisien, mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih hijau dan berkelanjutan,” tutup Anne.***