Kabar BUMN - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas layanan transportasi penyeberangan.
Melalui program green port, perusahaan menghadirkan konsep pelabuhan ramah lingkungan di dua simpul utama penyeberangan nasional, yakni Pelabuhan Merak, Banten, dan Pelabuhan Bakauheni, Lampung.
Program ini diwujudkan melalui pemasangan solar panel berkapasitas besar, pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL), serta penyediaan ruang limbah B3.
Baca Juga: Jelang Musim Tanam, Pupuk Indonesia Siapkan 246.919 Ton Pupuk di Wilayah Indonesia Timur
Inovasi tersebut tak hanya ditujukan untuk efisiensi energi, tetapi juga langkah nyata melindungi ekosistem laut dan lingkungan sekitar pelabuhan.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa inisiatif ini menjadi tonggak penting bagi transformasi berkelanjutan perusahaan.
“Kehadiran green port adalah bentuk nyata kepedulian ASDP terhadap lingkungan.
"Kami ingin pelabuhan tidak hanya menjadi simpul transportasi, tetapi juga pusat inovasi ramah lingkungan yang memberi manfaat luas, mulai dari efisiensi biaya energi hingga kontribusi nyata dalam menjaga bumi bagi generasi mendatang,” jelasnya.
Reduksi Ketergantungan Fosil
Di Pelabuhan Merak, solar panel dipasang di Dermaga 5 dan 7 dengan kapasitas 61,6 Kwp.
Energi yang dihasilkan mampu mengefisiensi hingga 81,94 MWh di Dermaga 5 dan 80,38 MWh di Dermaga 7 per tahun.
Sementara di Pelabuhan Bakauheni, kapasitas solar panel lebih besar, yakni 196 Kwp di atap gangway Dermaga 1 dan 2.