Menurutnya, membangun budaya keselamatan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan memerlukan kerja sama dari berbagai elemen yang memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat.
“Fitur Lapor Laka di aplikasi JRKu ini sangat bagus dalam lompatan layanan digital, tinggal nanti kita bisa sama-sama sempurnakan."
"Intinya, bagaimana kita bisa melayani masyarakat secara bersama-sama. Karena keselamatan terhadap jiwa orang adalah tugas kita bersama. Kami yakin kolaborasi kita semua akan semakin terkoordinasi dengan baik,” ujar Agus.
Baca Juga: PHE Tegaskan Komitmen Jaga Ketahanan Energi dan Percepat Transisi Energi di IPA Convex 2026
Dukungan terhadap langkah tersebut juga datang dari Direktur Nonmedik RS Husada, Fushen. Ia menyebut percepatan penyampaian informasi kecelakaan akan membantu rumah sakit dalam menyiapkan penanganan medis yang lebih optimal bagi korban.
“Kami menyambut baik fitur Lapor Laka ini, karena yang kami lihat ini akan memotong banyak waktu yang mengefisienkan pelayanan pada pasien atau korban dalam golden period. Sehingga itu akan memperbesar kemungkinan keberhasilan pelayanan medis terhadap korban,” ujar Fushen.
Di sisi lain, para mitra pengemudi online dan konvensional juga memberikan respons positif terhadap sosialisasi fitur tersebut. Mereka menilai kehadiran fitur Lapor Laka di JRKu dapat membantu pengemudi berkontribusi lebih cepat dalam proses pelaporan kecelakaan di lapangan.
Baca Juga: 6 Tips Kuat Jalani Puasa Sunah Jelang Iduladha di Tengah Cuaca Panas Ekstrem
“Sangat mendukung dengan adanya fitur di aplikasi JRKu ini. Semoga JRKu bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Dwi Susanti, salah satu perwakilan mitra pengemudi online.
Kegiatan ini turut dihadiri jajaran Direksi Jasa Raharja, Direktur Administrasi dan Keuangan RS Pelni Fauziah Ferryna, perwakilan Rumah Sakit Polri Tingkat I Kramat Jati melalui Kabid Yanmedwat Kombes Pol. dr. Budi Satria, M.Sc., Sp.PD, komunitas pengemudi dari Gojek, Grab, Maxim, inDrive, Xanh SM, serta Bluebird Group, dan Kepala Pusat Krisis serta Kegawatdaruratan Kesehatan Daerah. ***