Dari Kawasan Eks Lokalisasi, Perempuan Bandar Lampung Rajut Harapan Lewat Kain Tapis Didukung PTBA

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Sabtu, 30 Mei 2026 | 19:30 WIB
Kelompok Tapis Melati di Bandar Lampung bangkit lewat kerajinan tapis dengan dukungan PT Bukit Asam. (ptba.co.id)
Kelompok Tapis Melati di Bandar Lampung bangkit lewat kerajinan tapis dengan dukungan PT Bukit Asam. (ptba.co.id)

Sebagian besar proses menjahit masih dilakukan secara bergantian menggunakan peralatan yang terbatas, sehingga waktu produksi menjadi lebih lama.

Di sisi lain, permintaan produk tapis mulai meningkat, baik untuk berbagai kegiatan maupun pameran di Bandar Lampung.

Baca Juga: Jasa Raharja Masuk Daftar 100 Perusahaan Terbaik untuk Bekerja di Asia Tenggara Versi Fortune 2025

Ketika Perjuangan Mereka Mendapat Perhatian

Perjuangan Kelompok Tapis Melati akhirnya sampai ke telinga PT Bukit Asam (Persero) Tbk.

Melalui Bukit Asam Tarahan Port, perusahaan memberikan dukungan berupa empat unit mesin jahit untuk membantu meningkatkan kapasitas produksi kelompok tersebut.

Bagi para anggota Kelompok Tapis Melati, bantuan tersebut memiliki makna yang jauh lebih besar dibanding sekadar tambahan alat kerja.

Baca Juga: Liburan Makin Hemat! BTN Tebar Cashback 20 Persen untuk Tiket KAI dan Whoosh

Bantuan itu menjadi simbol bahwa perjuangan mereka mendapat perhatian dan apresiasi.

Sementara bagi PT Bukit Asam, dukungan terhadap sentra kerajinan kain tapis yang tumbuh di kawasan eks lokalisasi merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengembangan sektor ekonomi kreatif.

“Kami melihat semangat perubahan yang tumbuh dari masyarakat, khususnya para perempuan, untuk bangkit dan membangun penghidupan yang lebih positif, produktif, dan bermartabat.

Baca Juga: Simak Lowongan Magang Terbaru dari PELNI, Berikut Syarat dan Cara Daftarnya

"Melalui penguatan keterampilan, dukungan sarana produksi, dan pengembangan usaha berbasis budaya lokal seperti kain tapis, diharapkan tercipta peluang ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” tutur Corporate Secretary PTBA Eko Prayitno.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendorong transformasi sosial yang inklusif.

Menurutnya, langkah tersebut juga menjadi cara efektif untuk menjaga warisan budaya daerah agar tetap lestari sekaligus memiliki nilai ekonomi yang kuat.

Baca Juga: Destinasi yang Selalu Jadi Andalan Saat Long Weekend, Ada Wahana untuk Semua Usia

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Sumber: ptba.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini