Dari Kawasan Eks Lokalisasi, Perempuan Bandar Lampung Rajut Harapan Lewat Kain Tapis Didukung PTBA

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Sabtu, 30 Mei 2026 | 19:30 WIB
Kelompok Tapis Melati di Bandar Lampung bangkit lewat kerajinan tapis dengan dukungan PT Bukit Asam. (ptba.co.id)
Kelompok Tapis Melati di Bandar Lampung bangkit lewat kerajinan tapis dengan dukungan PT Bukit Asam. (ptba.co.id)

Menenun Masa Depan dari Benang Harapan

Dengan hadirnya mesin jahit baru, aktivitas di rumah produksi kini berlangsung lebih dinamis.

Peralatan tersebut membantu mempercepat proses pembuatan kain tapis dan berbagai produk turunannya, sehingga kelompok dapat meningkatkan produktivitas mereka.

Perubahan itu juga membawa dampak positif terhadap rasa percaya diri para anggota kelompok.

Baca Juga: Tak Hanya Berbagi Kurban, PT TIMAH Juga Bantu Peternak Lokal Tetap Bertahan di Tengah Turunnya Permintaan Sapi

Mereka semakin aktif berinovasi dengan menghadirkan berbagai desain baru yang lebih kreatif dan memiliki daya saing di pasar.

Harapan mereka sederhana. Kain tapis hasil karya tangan perempuan-perempuan ini dapat dikenal lebih luas dan membuka peluang ekonomi yang lebih baik bagi keluarga mereka.

Bagi masyarakat Lampung, kain tapis bukan sekadar kain tradisional.

Baca Juga: Besok Puncak Waisak 2026 di Borobudur, Simak Jadwal Lengkap dan Aturan Festival Lampion

Di dalamnya tersimpan nilai budaya, filosofi kehidupan, serta simbol kehormatan dan kebanggaan daerah.

Menjaga keberadaannya berarti merawat warisan yang telah hidup jauh sebelum generasi saat ini lahir.

Kini, di kawasan yang dahulu kerap dipandang sebelah mata, warisan budaya tersebut justru menjadi jalan lahirnya perubahan sosial.

Baca Juga: PLN Beri Apresiasi Pelanggan Lewat Gelegar PLN Mobile 2026, Simak Cara Ikutnya

Perempuan-perempuan yang pernah hidup di bawah bayang-bayang stigma perlahan menata masa depan dengan semangat baru, satu sulaman demi satu sulaman.

Melalui selembar demi selembar kain tapis yang mereka hasilkan, para perempuan ini tidak hanya menciptakan karya bernilai budaya, tetapi juga merajut kembali martabat, kemandirian, dan masa depan yang lebih cerah.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Sumber: ptba.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini