Selain dengan antar peternak, Klaster Usaha Mandiri Makmur ini juga menjalin kerja sama dengan pengepul telur ayam agar bisa sama-sama memajukan usaha dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Baca Juga: Dapat Kuota Paling Banyak, BRI Dijatah Alokasi KUR Rp165 Triliun oleh Pemerintah untuk Tahun 2024
Klaster usaha ini juga membantu para peternak kecil di wilayah tersebut lewat berbagai upaya mulai dari dari proses produksi, penekanan biaya produksi seminimal mungkin, pengelolaan pakan ternak hingga distribusi penjualan.
Perhitungan kasarnya, jika hasil seluruh peternak dikumpulkan, jumlah bisa mencapai kurang lebih 10 ton produksi telur per hari.
Dari perkiraan total produksi tersebut, Edi menjelaskan kira-kira Klaster Usaha Mandiri Makmur mendapatkan omzet Rp2 juta setiap harinya.
“Alhamdulillah kesejahteraan masyarakat pasti terdampak karena kami membantu peternak untuk bisa menekan biaya produksi yang lebih rendah sehingga harga telur bisa tetap stabil,” terang Edi.
Dapat Bantuan dari BRI
Selain pembentukan kelompok usaha, satu solusi lain dicari Klaster Usaha Mandiri Makmur agar seluruh telur dapat terserap dengan harga wajar sesuai biaya produksi.
Yakni, bekerja sama dan meminta bantuan dari BRI. “Alhamdulillah langsung mendapat bantuan,” ungkap Edi.
Ia menjelaskan bantuan BRI sangat mendukung para peternak yang bergabung dalam Klaster Usaha Mandiri Makmur ini.
Adapun bantuan yang diperoleh adalah mesin pakan yang digunakan untuk pengolahan pakan ternak. Berkat hal ini, mereka bisa memiliki bahan pakan sendiri yang tentunya menekan biaya produksi juga.
“BRI juga memberikan fasilitas dana talangan lewat aplikasi PARI (Pasar Rakyat Indonesia). Ini sangat membantu kami anggota klaster, baik itu dari sisi peternak maupun pengepul,” jelas Edi.
Kalau kekurangan modal, menurutnya, kita bisa buka dana talangan. Jadi PARI ini sangat membantu kesejahteraan kelompok.