Dilakukan Sehari Sebelum Hari Raya Idul Adha, Ini Hukum dan Keutamaan Puasa Arafah

Photo Author
Unggul Tan, Kabar BUMN
- Rabu, 21 Juni 2023 | 20:57 WIB
Hari Raya Idul Adha bagi masyarakat Indonesia juga dikenal dengan istilah Lebaran Haji dan Idul Kurban. (Haydan As-soendawy/Pexels)
Hari Raya Idul Adha bagi masyarakat Indonesia juga dikenal dengan istilah Lebaran Haji dan Idul Kurban. (Haydan As-soendawy/Pexels)

Kabar BUMN - Puasa Arafah merupakan salah satu amalan yang dianjurkan untuk dilakukan menjelang Hari Raya Idul Adha tiba.

Seperti diketahui, Kementrian Agama (Kemenag) sudah menetapkan awal bulan Zulhijah 1444 Hijriah.

Berdasarkan hasil sidang isbat, diputuskan 1 Zulhijah akan jatuh pada Selasa (20/6/2023).

Sementara itu, Hari Raya Idul Adha 2023 akan jatuh pada Kamis (29/6/2023).

Baca Juga: Elnusa Fabrikasi Konstruksi Sambut Kunjungan Benchmarking Program Leadership BPJS Kesehatan

Di awal bulan Zulhijah sendiri ada beberapa puasa yang sangat dianjurkan.

Salah satu yang paling dianjurkan adalah menjalankan puasa Arafah.

Puasa Arafah adalah puasa yang dilaksanakan pada hari kesembilan di bulan Zulhijah.

Lebih tepatnya saat umat islam yang sedang naik haji menjalankan ibadah wukuf di Arafah, Mekkah, Arab Saudi.

Baca Juga: Tips untuk Orang Tua, Coba Ajak Anak Lakukan 3 Hal Ini saat Libur Sekolah

Dilansir KabarBUMN.com dari bimaislam.kemenag.go.id, puasa Arafah hukumnya sunnah.

Hal tersebut sebagaimana telah ditegaskan oleh Imam Ibnu Al-Muflih dalam kitab Al-Furu’.

Masih dari sumber yang sama, terdapat empat keutamaan dari menjalankan ibadah puasa Arafah.

1. Pengampunan dosa setahun sebelum hari Arafah

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Unggul Tan

Sumber: bimasislam.kemenag.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini