Mengapa HUT Jakarta di Tanggal 22 Juni? Ini Sejarahnya, Berawal Dari Penyerangan Fatahillah ke Sunda Kelapa

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Kamis, 22 Juni 2023 | 19:11 WIB
Ilustrasi. HUT Jakarta yang mengambil hari ketika Fatahillah berhasil menguasai Sunda Kelapa  dan menganti namanya menjadi Jayakarta. (Tom Fisk/Pexels)
Ilustrasi. HUT Jakarta yang mengambil hari ketika Fatahillah berhasil menguasai Sunda Kelapa dan menganti namanya menjadi Jayakarta. (Tom Fisk/Pexels)

Pada masa Sunda Kelapa ini Jakarta berkembang secara pesat menjadi kota pelabuhan sekaligus pusat perdagangan.

Baca Juga: Perjalanan Panjang Jakarta Fair, Berawal dari Pasar Malam di Gambir Sampai Ke JIExpo

Serangan Fatahilah
Seorang panglima perang dari kerajaan Demak Fatahillah datang ke tanah Sunda dan disambut baik Raja Prabu Surawisesa. Pada masa itu, kerajaan sudah bekerja sama Portugis.

Mereka berusaha untuk memperkuat ketahanan kerajaan di Sunda Kelapa agar terhindar dari pengaruh politik Islam di kawasan Jawa atau Mataram.

Namun, Fatahilah melihat kehadiran Portugis di Sunda Kelapa sebagai ancaman bagi seluruh wilayah Nusantara, terutama di pulau Jawa.

Baca Juga: Asal Mula Penamaan ‘Kampung-kampung’ di Jakarta, Bukti Kota Ini Jadi Melting Pot Sejak Ratusan Tahun Lalu

Ketika adik Fatahillah menikah dengan Sultan Trenggono, penguasa Demak, Fatahillah diberi kekuasaan untuk menyebarkan pengaruh Islam di pulau Jawa.

Salah satu kota yang disasar adalah Sunda Kelapa. Bersama pasukannya mereka mengusir Portugis dan menduduki Sunda Kelapa.

Setelah berhasil menguasai Sunda Kelapa Fatahillah menganti nama Sunda Kelapa menjadi Jayakarta. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 22 Juni 1527.

Baca Juga: Belum Banyak yang Tahu, Inilah Asal Usul Nama Kawasan di Jakarta

Berdasarkan pertempuran itulah, ditetapkan kalau ulang tahun Jakarta adalah 22 Juni.

Walikota Sudiro pun segera mengeluarkan surat keputusan Dewan Perwakilan Kota Sementara Djakarta Raya nomor 6/D/K/1956.

Penjelasan soal lahirnya kota Jakarta ini juga dituliskan oleh Profesor Soekanto dalam buku Dari Djayakarta ke Djakarta, terbit tahun 1954.

Baca Juga: Bangunan-Bangunan Ikonik dan Tertua di Jakarta, Umurnya Lebih dari 100 Tahun

Sejak saat itulah setiap tanggal 22 Juni dirayakan sebagai hari jadi kota Jakarta.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: direktorat pai

Tags

Artikel Terkait

Terkini