Kabar BUMN - Belakangan masyarakat Indonesia dihebohkan dengan kasus meninggalnya seorang mahasiswi saat mendaki di Gunung Lawu.
Diduga kuat mahasiswi Universitas Diponegoro (Undip) itu mengalami hipotermia.
Hipotermia merupakan keadaan dimana suhu tubuh sangat rendah karena paparan dingin.
Baca Juga: Top 5 Restoran Legendaris di Dunia, Salah Satunya Warung Mak Beng dari Indonesia
Kondisi seperti ini sering menyerang ketika seseorang berada di tempat dingin yang dalam jangka waktu lama, seperti mendaki gunung.
Bila tidak ditangani dengan baik, seseorang yang mengalami hipotermia bisa saja merenggang nyawa seperti yang terjadi pada kasus di atas.
Pasalnya, hipotermia dapat menyebabkan kegagalan fungsi jantung total dan sistem pernapasan yang berakibat fatal pada korban.
Baca Juga: Menilik Warung Mak Beng, Tempat Makan Ikonik di Bali yang Masuk Top 3 Restoran Legendaris di Dunia
Seseorang yang mengalami hipotermia akan menunjukkan gejala tertentu, yakni:
- Berbicara tak jelas, cadel, takut, atau gagap
- Bibir berubah warna jadi kebiruan
- Denyut jantung lemah dan tidak teratur
- Kulit berubah warna dan terasa dingin
- Mengantuk atau lemas
- Menggigil terus menerus dan merasa kedinginan
- Napas menjadi pelan dan pendek
- Kesadaran menurun, seperti kebingungan
- Pupil mata melebar
- Tubuh kaku dan jadi sulit bergerak
Baca Juga: Ini Hotel-hotel BUMN yang Cocok Untuk Liburan Panjang Bersama Keluarga
Bila menemui seseorang yang menunjukkan gejala tersebut, Anda bisa memberi pertolongan pertama sebelum bantuan medis datang.
Dilansir KabarBUMN.com dari halodoc.com, berikut pertolongan pertama pada seseorang yang mengalami hipotermia:
- Segera lepas dan ganti baju yang kering bila pakaian yang dikenakan korban basah
- Hangatkan tubuh korban menggunakan beberapa lapis selimut atau jaket
- Berikan minuman hangat pada korban, namun perlu diingat bahwa minuman yang diberikan tidak boleh mengandung kafein
- Tempelkan kompres hangat di beberapa bagian tubuh korban
- Hindarkan korban dari paparan angin dan udara
- Pindahkan korban ke area yang dekat dengan sumber panas, Anda juga bisa berbagi panas tubuh dengan korban
- Hindari penggunaan panas secara langsung, seperti air panas atau alas penghangat.
- Pantau kondisi kesehatan korban, seperti kondisi pernapasan hingga kesadarannya
Baca Juga: Meskipun Agak Membaur, Perkampungan-perkampungan Betawi Ini Masih Bertahan Sampai Sekarang
Artikel Terkait
Jangan Kendor, Pastikan Dua Hari Ini Tetap Optimal, Perkuat Motivasi Kerjamu!
Meskipun Sudah Agak Membaur, Perkampungan-perkampungan Betawi Ini Masih Bertahan Sampai Sekarang
Ini Hotel-hotel BUMN yang Cocok Untuk Liburan Panjang Bersama Keluarga
Menilik Warung Mak Beng, Tempat Makan Ikonik di Bali yang Masuk Top 3 Restoran Legendaris di Dunia
Top 5 Restoran Legendaris di Dunia, Salah Satunya Warung Mak Beng dari Indonesia