Adapun gejalanya biasanya ada benjolan merah kecokelatan yang gatal dan tidak nyeri.
Biasanya pasien juga mengalami gejala seperti flu, demam atau sakit kepala.
Baca Juga: Kolaborasi Bersama Xendit dan ANGIN, Telkomsel Gelar Acara Speed-Dating LinkUp
2. Antraks inhalasi
Jenis ini biasanya terjadi ketika menghirup spora bakteri Bacillus anthracis.
Antrkas inhalasi dianggap menjadi salah satu jenis yang paling mematikan.
Jika tak segera diobati maka bisa berakibat fatal.
Penyakit ini memiliki gejala demam disertai nyeri badan, sakit kepala, hingga rasa tidak nyaman pada dada.
3. Antraks gastrointestinal
Penyebab antraks jenis ini biasanya terjadi ketika seseorang mengonsumsi daging setengah matang dari hewan yang terinfeksi.
Setelah masuk dalam tubuh, spora antraks akan langsung menyerang salurang pencernaan atas.
Baca Juga: Kolaborasi Bersama Xendit dan ANGIN, Telkomsel Gelar Acara Speed-Dating LinkUp
Demam, pusing, susah menelan hingga diare yang berdarah menjadi gejala antraks gastrointestinal.
4. Antraks injeksi
Antraks injeksi merupakan salah satu jenis yang belum lama ini ditemukan di Eropa Utara.
Artikel Terkait
Siapkan 6 Bandara, Angkasa Pura Airports Mulai Layani Kepulangan Lebih dari 100 Jemaah Haji ke Tanah Air
Banyak Akun Twitter Palsu KAI Bertebaran, PT KAI Imbau Masyarakat Lebih Waspada
INABUYER EXPO 2023: PT Perikanan Indonesia Jalin Kerja Sama dengan UMKM Nelayan dan Pemindang