Kembali Viral Kasus Anjing Rabies, Waspadai Gejala-gejala Digigit Hewan Rabies

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Kamis, 6 Juli 2023 | 15:30 WIB
Ilustrasi. Bercanda dengan hewan kesayangan sampai tidak sengaja tergigit tidak akan membahayakan jika  ia tidak rabies. Beda kasusnya jika hewan itu rabies. (Aleksandarlittlewolf/Freepik)
Ilustrasi. Bercanda dengan hewan kesayangan sampai tidak sengaja tergigit tidak akan membahayakan jika ia tidak rabies. Beda kasusnya jika hewan itu rabies. (Aleksandarlittlewolf/Freepik)

Kabar BUMN - Kasus rabies kembali meningkat di beberapa wilayah di Indonesia. Pada bulan Juni 2023, untuk wilayah Jakarta saja total kasus rabies mencapai 442 laporan. Kasus ini umumnya disebabkan gigitan anjing dan kucing.

Sebelumnya, di NTT kasus rabies mencapai 5.940 kasus. Dengan 13 warga meninggal akibat digigit anjing rabies.

Oleh karena bahaya dan potensi terjadinya semakin meningkat, waspadai dan kenali yang dimaksud dengan penyakit rabies.

Baca Juga: Heboh Penyakit Antraks, Berikut Cara Pencegahannya pada Hewan Ternak dan Manusia

Dari Air Liur Hewan
Rabies adalah virus mematikan yang berasal dari air liur hewan yang terinfeksi rabies. Manusia yang terkenal virus rabies tertular akibat gigitan hewan, seperti anjing, kucing, monyet, dan kelelawar.

Ketika seseorang digigit hewan yang menderita rabies, virus tersebut akan masuk dalam tubuh lewat air liur yang menempel pada gigitan tersebut.

Gigitan ini biasanya menimbulkan luka dan secara perlahan virus tersebut masuk ke dalam aliran saraf. Virus kemudian bergerak perlahan sampai ke pusat sistem saraf yaitu di otak dan sumsum tulang belakang.

Baca Juga: Penyakit Mulut dan Kuku pada Hewan, Menular ke Manusia?

Ketika virus sudah mencapai ke otak, ini akan merusak sistem seluruh otak. Virus lalu akan terus menyebar dan menyebabkan koma dan kematian.

Sebenarnya digigit hewan, seperti anjing dan kucing, tidak selalu menyebabkan rabies, bila anjing dan kucing sudah disuntik vaksin antirabies.

Pada banyak kasus lainnya, beberapa kali korban memang digigit anjing atau kucing liar yang tentunya tidak mendapatkan vaksin antirabies.

Baca Juga: Ternyata Ini 5 Alasan Orang yang Pelihara Anjing Lebih Sehat

Perlu Penanganan Dini
Virus rabies memiliki masa inkubasi antara sehari sampai berminggu-minggu. Biasanya tubuh belum menunjukkan gejala apapun bila virus belum sampai pada sistem syaraf otak.

Bila seseorang yang digigit hewan rabies langsung mendapatkan perawatan dini pada masa inkubasi, virus rabies tidak akan sampai menyerang sistem syaraf otak.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: mayoclinic, Cleveland Clinic

Tags

Artikel Terkait

Terkini