Yuk Main ke Padang Mangateh, Padang Savana ala New Zealand, Tempat Wisata Punya Lima Puluh Kota

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Rabu, 9 Agustus 2023 | 20:30 WIB
Ilustrasi (Freepik)
Ilustrasi (Freepik)

Kabar BUMN - Padang Mangateh adalah kawasan ladang peternakan dengan hamparan padang rumput yang disebut-sebut mirip dengan padang savana di New Zealand.

Tak jarang banyak wisatawan yang mengunjungi ladang peternakan ini, apalagi pesona keindahan alam yang disuguhkan dari tempat ini bukan main-main.

Padang Mangateh menawarkan pemandangan dengan latar belakang perbukitan dan gunung Sago, dan tentunya ini menjadi daya tarik tersendiri.

Baca Juga: Waspada, HOAX Mengatasnamakan BRI Perihal Pengembalian Dana Ganti Rugi

Daerah peternakan dengan luas sekitar 280 hektar ini terletak di Mungo, Luak, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Utara, dilansir Kabarbumn.com dari andalastuourism.com.

Padang Mangatas mudah dijangkau karena tidak jauh dari pusat kota.

Jika kamu datang ke tempat ini, kamu bisa menemukan beberapa sapi yang makan rumput, mereka tidak terganggu dengan kehadiran wisatawan yang berkunjung.

Baca Juga: Jokowi Resmikan IMS Indonesia Arena, PLN Siap Pasok Listrik Tanpa Kedip Untuk Event Olahraga atau Konser Musik

Selain karena lokasinya yang sering disebut mirip dengan ladang peternakan di Selandia Baru, tempat wisata ini sudah ada sejak 105 tahun yang lalu lho.

Beberapa fakta menyebut bahwa perternakan yang berada di kawasan Payakumbuh ini sudah ada sejak masa kolonial.

Memang sejak zaman dulu, lahan ini digunakan sebagai peternakan sapi yang didatangkan langsung dari India. Saat Belanda sedang jaya-jayanya, mereka mengirimkan sapi-sapi ini hingga ke beberapa negara lain.

Baca Juga: Cek Status Pencairan PIP Agustus 2023 Lewat SIPINTAR, Dana Bantuan Hingga Rp 1 Juta Bisa Cair ke Rekening

Kualitas daging dari sapinya pun dapat diacungi jempol, sehingga pihak Belanda terus mengembangkan peternakan ini.

Namun pada saat perang dunia ke 2 terjadi, mereka mulai meninggalkan Nusantara. Pada akhirnya, ladang peternakan ini menjadi salah satu peninggalan para Belanda yang masih dijadikan sebagai ladang peternakan hingga saat ini.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Sumber: andalastourism.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini