Sejarah Paskibraka, Awalnya Satu Pasukan Melambangkan Jumlah Sila Pancasila

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Kamis, 17 Agustus 2023 | 17:00 WIB
Pengukuhan Paskibraka Tahun 2023, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (15/08/2023).  (Humas Setkab/Oji)
Pengukuhan Paskibraka Tahun 2023, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (15/08/2023). (Humas Setkab/Oji)

Kabar BUMN - Di setiap peringatan kemerdekaan resmi, baik di kantor pemerintahan, sekolah, dan instansi lain, umumnya kita akan mengikuti prosesi pengibaran bendera negara, Merah Putih.

Pengibaran bendera dilakukan pasukan pengibar bendera atau paskribra, yang kebanyakan terdiri dari tiga anggota.

Khusus di Istana Merdeka, pengibaran bendera dilakukan pasukan pengibar bendera pusaka (paskibraka) yang merupakan pelajar-pelajar terpilih dari seluruh wilayah Nusantara.

Baca Juga: 6 Pakaian Daerah yang Pernah Dikenakan Presiden Jokowi di Upacara Kemerdekaan RI

Formasi lima pemuda
Ide pertama soal pasukan pengibar bendera pusaka atau paskibraka muncul dari Mayor (Laut) Husein Mutahar, ajudan presiden pertama RI, Soekarno.

Mutahar diperintahkan membuat konsep upacara peringatan kemerdekaan yang saat itu akan dilaksanakan di Istana Gedung Agung, Yogyakarta.

Dikutip dari halaman resmi Paskibra Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Husein Mutahar mengusulkan pengibar bendera dilakukan anak muda karena merekalah generasi penerus bangsa.

Baca Juga: Download Twibbon HUT ke-78 Kemerdekaan RI, Semarakkan Momentum 17 Agustus 2023 di Medsos, Ini Linknya

Di masa itu sulit mengumpulkan anak muda dari seluruh nusantara. Hanya terkumpul lima pemuda yang terdiri atas 3 putri dan 2 putra, yang berasal dari berbagai daerah namun tinggal di Yogyakarta.

Dipilihnya angka lima sebagai lambang dari sila Pancasila yang berjumlah lima. Formasi ini digunakan sampai tahun 1950.

Baca Juga: Tradisi Perayaan 17 Agustus di Berbagai Wilayah Indonesia

Formasi pasukan 17-8-45
Setelah Ibu kota negara kembali ke Jakarta, upacara kemerdekaan dilaksanakan rumah tangga kepresidenan sampai tahun 1966.

Selama masa itu pemuda dan pemudi yang mengibarkan bendera dipilih dari pelajar dan mahasiswa yang ada di Jakarta.

Di tahun 1967, Mutahar kembali ditugaskan Presiden Soeharto untuk merancang upacara bendera untuk peringatan 17 Agustus.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: Nibros Hassani, paskibraka.bpip.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini