Untuk parkir motor Rp2.000 dan mobil Rp5.000.
Baca Juga: Seperti di Swiss, Ini Rekomendasi Tempat Wisata dengan Udara Paling Dingin di Indonesia
Hutan Bambu Klatakan
Bagi yang sedang berwisata ke Candi Borobudur sempatkan mampir ke Hutan Bambu Klatakan. Lokasinya sekitar 5 kilometer dari candi.
Dulunya hutan bambu ini tidak terawat. Baru beberapa tahun terakhir warga setempat mengubahnya jadi tempat wisata.
Selain bisa menikmati pemandangan hutan bambu, pengunjung pun bisa wisata kuliner.
Di Hutan Bambu Klatakan dijual berbagai makanan khas seperti jagung kluban, bubur sayur, jenang, lemper, singkong bumbu, dan minuman badeg.
Baca Juga: Bak Negeri Dongeng, Hutan di Banyuwangi Ini Tawarkan Pemandangan Seperti di Alam Lain
Hutan Bambu Lumajang
Hutan Bambu Lumajang terletak di kaki gunung Semeru. Lokasinya sekitar 30 kilometer dari pusat kota.
Tepatnya di jalan Kalpataru, Umbulrejo, Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.
Hutan Bambu ini luasnya sekitar 14 hektare, terbagi atas zona pengembangan, zona semi pengembangan, dan zona inti.
Baca Juga: Alahan Panjang, Kota Dingin di Sumatra Barat dengan Vibe Seperti di Swiss
Uniknya lagi bambu yang ditanam di sini berbeda-beda jenisnya. Paling tidak ada 20 jenis bambu, termasuk bambu yang sudah langka.
Selain menikmati hutan bambu, di tempat ini disediakan juga penginapan dan tempat makan.
Hutan Bambu Lumajang buka setiap hari dari jam 07.00 – 17.00 WIB.
Tiket masuk untuk dewasa Rp5.000 dan untuk anak-anak Rp3.000.
Artikel Terkait
Menikmati Pemandangan Hijau Hutan Kota di Jakarta, Cocok buat Piknik dan Bersantai
Hutan Bambu di Desa Penglipuran Bali Disulap Jadi Mirip Arashiyama di Jepang
Ngechill di Hutan Jati Cafe and Gelato, Cafe Estetik di Tengah Kota Purwakarta yang Menyatu dengan Alam
Bumi Perkemahan Bedengan Malang, Sensasi Berkemah di Tengah Hutan Pinus Ditemani Aliran Sungai Jernih
Guci Forest, Rekomendasi Resort di dalam Hutan Pinus, Ada Kolam Renang Pemandian Air Hangat!
Hasil Kerja Keras Forum Masyarakat, Hutan Bambu di Bekasi Ini Sekarang Vibe-nya Seperti di Kyoto Jepang