Dibangun abad ke-18
Salah satu tujuan mendirikan Rumah Batu Olakemang adalah sebagai tempat belajar dan syiar agama.
Bangunan megah ini terlihat sangat cantik dan dominan di antara rumah penduduk yang sederhana.
Arsitekturnya mengambil pengaruh budaya Indonesia, China, dan Eropa, yang dulu sangat kuat di Jambi.
Baca Juga: Antisipasi Misinformasi, Kementerian PUPR-Waskita Karya Pastikan Keamanan Cagar Budaya Sumsel
Ini mengingat abad 18 daerah Jambi sudah jadi jalur perdagangan.
Daerah ini sering dikunjungi pedagang Arab, Eropa dan China untuk berdagang dengan Kesultanan Jambi.
Karena itu juga pengaruh dari tiga budaya tersebut sangat kuat di Jambi.
Baca Juga: Pesona Keindahan Jambi
Unsur Indonesia atau lokal terlihat dari bentuk rumah panggung yang jadi ciri khas sebagain besar rumah di Jambi.
Rumah-rumah di daerah ini dibuat panggung untuk mengantisipasi luapan Sungai Batanghari.
Sedangkan pengaruh China bisa terlihat dari bentuk atap dan gapuranya.
Baca Juga: Tapak Tilas Candi Muaro Jambi, “Universitas” Tertua di Asia
Ornamen-ornamen Rumah Batu Olakemang juga berbentuk naga, arca singa, bunga dan awan.
Sayang saja atap dari gambar naga sudah tidak ada. Sekarang yang tersisa hanyalah atap dari seng.
Artikel Terkait
Idaman Traveler, Bandara Sultan Thaha Jambi Dapat Penghargaan Terbaik
Revitalisasi Pura Mangkunegaran untuk Memperkuat Pariwisata Nasional
Bangunan-Bangunan Ikonik dan Tertua di Jakarta, Umurnya Lebih dari 100 Tahun
5 Candi yang Wajib Dikunjungi Saat Wisata ke Karanganyar, Ada yang Mirip Bangunan Suku Maya
Bangunan-bangunan Bersejarah di Bandung, di Masa Lalu dan Sekarang