Hasil racikan Haji Djamhari pun perlahan mulai dikenal dan banyak orang yang meminta kretek tersebut.
Baca Juga: Jenis-Jenis Sambal yang Paling Populer dan Dicintai Penggila Pedas di Indonesia
Pabrik rokok kretek pertama
Melihat banyak orang menyukai rokok kretek, Nitisemito melihatnya sebagai peluang bisnis.
Laki-laki ini pun mulai mendirikan pabrik rokok kretek pertama secara komersil.
Nitisemito bisa dibilang Sang Raja Kretek dari Kudus. Ia berhasil memproduksi rokok kretek secara masal.
Baca Juga: Kerajinan Khas Kota Solo yang Cocok Jadi Oleh-oleh, Bukan Hanya Batik
Tercatat pabriknya berhasil memproduksi 10 juta batang rokok dalam sehari dengan 10.000 karyawan.
Dia memproduksi rokok kretek pertama dengan merek Tjap Bal Tiga pada tahun 1906.
Dan dipatenkan pada tahun 1908 oleh pemerintah Belanda.
Baca Juga: Bisa Jadi Destinasi Alternatif Saat Liburan ke Raja Ampat, Ini 3 Wisata Recomended di Sorong
Pabrik kretek milik Nitisemiot terus berkembang.
Hasil rokok kreteknya tidak hanya dipasarkan di Kudus tapi juga di Jawa, Sumatra, Sulawesi, Kalimantan dan juga Belanda.
Baca Juga: Cara Memilih Kacamata Hitam yang Cocok untuk Kegiatan Sehari-hari Maupun Liburan
Jadi bisnis rumahan
Karena banyaknya orang yang tertarik dengan rokok kretek, sejumlah pabrik rokok kretek mulai tumbuh.
Tidak hanya itu rokok kretek pun jadi bisnis rumahan yang dilakukan penduduk Kudus.
Artikel Terkait
Sejarah Pasar-Pasar di Jakarta yang Berumur Lebih dari 200 Tahun, Pasar Tanah Abang Dulu Bernama Pasar Sabtu
Wisata Sambil Belajar Sejarah di Lawang Sewu, Bangunan Bersejarah di Semarang yang Simpan Cerita Kelam
Menelusuri Sejarah Musik Tanah Air di Lokananta, Studio Rekaman Pertama yang Ada di Indonesia
Sejarah Pengenalan Batik di Kancah Internasional, Inilah Sosok yang Pertama Kali Mengenalkannya ke Dunia
Pabrik Gula Madukismo, Destinasi Wisata di Yogyakarta dengan Sejarah Panjang dan Uniknya