Kabar BUMN - Yogyakarta menyimpan banyak kisah dan sejarah menarik yang kadang belum banyak diketahui orang.
Salah satunya tentang Pabrik Gula Madukismo atau PG Madukismo.
Pabrik gula yang berlokasi di Desa Padokan, Kelurahan Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bandul.
Baca Juga: Layanan KSPN DAMRI Hubungkan Rute Bandara YIA – Imogiri, Yogyakarta
Dibangun ulang setelah kemerdekaan
Pabrik Gula Madukismo sebenarnya sudah ada sejak zaman kolonial Belanda, yakni sejak tahun 1955.
Pabrik dibangun mengingat pulau Jawa, termasuk Jawa Tengah dan Yogyakarta, penghasil tebu.
Sempat hancur karena serangan Belanda, rakyat yang hidup dari pabrik pun mengalami kesulitan.
Baca Juga: Suka Berburu Sunrise? Ini 8 Spot Keren untuk Mengabadikan Matahari Terbit di Sekitar Yogyakarta
Setelah kemerdekaan RI, Sri Sultan Hamengku Buwono IX merintis kembali pembangunan PG Madukismo.
PG Madukismo dibangun di atas bekas lahan pabrik gula Padokan dan hingga sekarang masih beroperasi.
Pabrik ini jadi satu-satunya pabrik gula dan alkohol yang beroperasi di Yogyakarta.
Lahan PG Madukismo terbentang di daerah Bantul, Sleman, dan Kulon Progo.
Artikel Terkait
Uniknya Embung Imogiri, Bendungan di Yogyakarta yang Berbentuk Wayang
Miliki Pesona Alam yang Istimewa, Pinus Sari Jadi Lokasi yang Wajib Dikunjungi di Yogyakarta
Memasuki Lorong Waktu ke Masa-masa Puluhan Tahun Lalu di Kotagede, Yogyakarta, yang Vintage dan Cantik
Jelajahi Keragaman Kuliner Khas Yogyakarta yang Direkomendasikan di Pasar Beringharjo
Awali Akhir Pekan Dengan Menyaksikan Matahari Terbit, Ini Spot Keren Mengejar Matahari di Sekitar Yogyakarta