Setidaknya terdapat 805 buah pohon trembesi berukuran sangat besar yang tumbuh subur sejak zaman Belanda yang menjadi daya tarik lokasi ini.
Pohon trembesi di sini memiliki usia rata-rata antara 100 hingga 150 tahun.
Hampir seluruh bagian pohon trembesi ini ditumbuhi benalu atau pakis, sehingga dari kejauhan pohon ini terlihat seperti raksasa yang berbulu dan menyeramkan.
Kelelawar yang bersarang di pohon-pohon trembesi turut membikin suasana jadi semakin mencekam.
Selain berfoto, para wisatawan juga dapat berkeliling kawasan De Djawatan dengan menaiki kuda atau dokar sewaan.
Tersedia pula arena bermain offroad untuk anak-anak yang menyediakan motor trail mini atau roda empat dengan ATV.
De Djawatan Banyuwangi buka pukul 07.00 WIB sampai 17.00 WIB.
Waktu terbaik untuk berkunjung ke sini yaitu pada pagi atau sore hari ketika matahari condong ke arah timur atau barat sehingga cahaya di antara celah batang dan daun pepohonan trembesi tampak cantik.
Selain itu, pencahayaan di pagi dan sore hari menjadikan pemandangan dan suasana di De Djawatan semakin indah untuk berfoto.
Artikel Terkait
Jalan-jalan ke Singapura Kini Bisa Transaksi Pakai QRIS BRI, Simak Tutorial Cara Penggunaannya Melalui Aplikasi BRImo
Berencana Merayakan Tahun Baru di Malaysia? Berikut Rekomendasi 4 Tempat Wisata Terbaik untuk Menikmati Libur Nataru di Negeri Jiran
Kembali ke Perjalanan Berliku di Masa Lalu di Museum Kereta Api Ambarawa
Kualitas Cetakan Terbukti Memuaskan, PNRI Kembali Layani Order Cetak Puluhan Ribu TapCash BNI
Lowongan Magang di PT Kawasan Industri Wijayakusuma untuk Mahasiswa D3-S1 dan Fresh Graduate, Berikut Posisinya