Kenapa Sebagian Orang Menyebut Jatinegara dengan Nama Mester? Ini Sejarah dan Rekomendasi Wisata di Kawasan Bersejarah Tersebut

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Jumat, 1 Desember 2023 | 13:30 WIB
Stasiun Jatinegara, bangunan asli stasiun masih terus dipertahankan sampai sekarang. (id.wikipedia.org/Herry Z)
Stasiun Jatinegara, bangunan asli stasiun masih terus dipertahankan sampai sekarang. (id.wikipedia.org/Herry Z)

Kabar BUMN - Kawasan Jatinegara sudah berkembang sejak abad ke-17. Dulunya tempat ini jadi pemukiman pangeran dari Kesultanan Banten.

Pada tahun 1661 seorang Belanda, Cornelis membeli tanah di kawasan ini kemudian berkembang pesat jadi pemukiman dan pasar yang ramai.

Jatinegara yang waktu itu namanya masih Meester Cornelis berkembang jadi kota satelit Batavia.

Baca Juga: Belum Banyak yang Tahu, Inilah Asal Usul Nama Kawasan di Jakarta

Baru pada tahun 1936 wilayah ini bergabung dengan Batavia. Nama Jatinegara pun baru dipakai pada tahun 1942.

Dengan sejarah yang panjang ini tidak heran kalau di kawasan Jatinegara banyak tempat wisata yang bisa dijelajahi.

Stasiun Jatinegara
Salah satu tempat wisata yang instagramable adalah Stasiun Jatinegara. Tempat ini sudah berdiri sejak tahun 1910.

Baca Juga: 5 Stasiun Kereta Api yang Cantik dan Instagramable, Berumur Lebih dari 100 Tahun

Sejak awal hingga sekarang, Jatinegara adalah stasiun tersibuk di Jakarta.

Waktu pertama digunakan, Jatinegara sudah jadi stasiun yang melayani penumpang, koper dan pengiriman barang.

Bangunan Stasiun Jatinegara mengambil gaya peralihan antara indische Empire dan gaya Hindia Baru atau kolonial modern. Stasiun ini dirancang arsitektur Ir S. Snuyf.

Baca Juga: Demi Keselamatan di Stasiun dan Kereta Api, Perhatikan Hal Berikut Ini.

Saat ini Stasiun Jatinegara ditetapkan sebagai cagar budaya. Di sini dan banyak sudut-sudut cantik dan jadul yang instagramable.

Pasar Jatinegara
Tidak jauh dari Stasiun Jatinegara ada Pasar Jatinegara yang juga sudah berumur ratusan tahun. Pasar berdiri sejak tahun 1770.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: direktorat pai

Tags

Artikel Terkait

Terkini