Ke Jepang Jangan Lupa Membeli dan Menikmati Ekiben, Nasi Kotak Khas Pengguna Kereta

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Rabu, 6 Desember 2023 | 20:00 WIB
Salah satu jenis bento yang ditawarkan di kereta-kereta Jepang. (trainspread.com)
Salah satu jenis bento yang ditawarkan di kereta-kereta Jepang. (trainspread.com)

Kabar BUMN - Salah satu kekhasan yang dicari orang, termasuk turis, ketika menaiki kereta di Jepang adalah menikmati ekiben.

Ekiben ingkatan dari eki dan bento. Eki artinya stasiun kereta api, bento adalah kotak makanan.

Kalau diterangkan Ekiben adalah nasi kotak yang dijual di stasiun kereta antarkota, terutama stasiun kereta shinkansen.

Baca Juga: Deretan Kereta Cepat Tercepat Di Dunia, Mulai dari China, Italia, Spanyol dan Jepang

Setiap stasiun kereta antarkota di Jepang umumnya menjual ekiben. Yang paling terkenal Tokyo Stasiun.

Di stasiun ini ada banyak toko yang menjual ekiben dan pilihannya pun bervariasi.

Saat ini sudah banyak pula vending machine yang menjual ekiben, tentu saja lebih praktis dan cepat.

Baca Juga: Termashyur dengan Teknologi dan Jaringan Keretanya, Ini Rute Kereta Api yang Wajib Dinaiki di Jepang

Tradisi sejak tahun 1872
Sejarah ekiben sudah dimulai sejak tahun 1872 ketika jalur kereta api di Jepang mulai dibuka.

Dikisahkan, pengguna kereta api sering kelaparan dalam perjalanan, sementara beberapa di antaranya tidak membawa bekal.

Dari sinilah munculnya ekiben. Sejumlah stasiun kereta mulai menjual bento yang berisi makanan rumahan.

Baca Juga: Deretan Kereta Panoramic di Asia, Perjalanan Pindah Kota Dengan Suguhan Pemandangan Cantik

Pada perkembangannya, ekiben pun jadi tradisi bagi yang hendak bepergian jauh, terutama saat menggunakan shinkansen.

Bahkan setiap region memiliki menu ekiben yang berbeda-beda sesuai dengan tradisi kulinernya.

Baca Juga: Menu Makanan di Kereta Api Berbagai Negara, Ada Croissant dan Bento

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: japan-guide.com, tokyocheapo.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini