Pasar Gede Hardjonagro atau yang lebih dikenal dengan nama Pasar Gede dibangun pada tahun 1927.
Diresmikan pada tahun 1930, pasar ini didirikan di zaman Paku Buwono X dengan bantuan arsitek terkenal dari Eropa bernama Ir. Herman Thomas Kartsen.
Seperti namanya, pasar ini menyajikan beragam kebutuhan bahan pokok yang lengkap, mulai dari sembako hingga beragam kuliner tradisional khas Kota Solo.
Pasar Gede juga menjadi salah satu pasar tertua di Indonesia yang selalu ramai oleh pengunjung.
3. Pasar Antik Triwindu
Berbeda dengan pasar tradisional lainnya yang menjual kebutuhan pokok seperti sandang dan pangan.
Pasar Triwindu menjual berbagai macam barang-barang antik.
Pasar yang berlokasi di Jalan Diponegoro, Solo ini menjual berbagai macam barang antik seperti, patung, radio, uang kuno, wayang, jam dinding, peralatan rumah tangga dan barang antik lainnya.
Berkunjung ke Pasar Triwindu membuat para pengunjung seakan-akan kembali ke masa lalu.
Pasar Triwindu didirikan pada tahun 1939 untuk memperingati 24 tahun pemerintahan Mangkunegaran VII.
Baca Juga: 4 Kuliner Lezat nan Nikmat di Pasar Wonokromo, Surabaya, yang Sudah Melegenda
4. Pasar Legi
Pasar Legi Solo dibangun pertama kali oleh Raden Mas Said alias Pangeran Sambernyawa atau Praja Mangkunegaran, KGPAA Mangkunagoro (MN) I, di era 1750-an.
Seperti pasar tradisional pada umumnya, pasar legi menjual berbagai hasil bumi dari petani di sekitar kota Solo.
Setiap hari pasaran Legi, banyak pedagang dari berbagai daerah seperti Kartasura, Boyolali, Wonogiri, Karanganyar, Klaten, Sragen, hingga Ngawi berdatangan ke pasar ini.
Artikel Terkait
Generasi Boleh Berganti, Pasar Baru Tetap di Hati. Ini Rekomendasi Wisata di Tempat Belanja dan Gaul Tertua di Jakarta Itu
4 Pasar Ikan dan Seafood yang Murah di Jakarta untuk Membeli Bahan Pesta Barberque Malam Tahun Baru
Buka Peluang Pangsa Pasar B2B di Indonesia, Telkom dan Huawei Jalin Kerja Sama Strategis