5 Pasar Tradisional yang Wajib di Kunjungi Saat Berlibur ke Solo

Photo Author
Jennaira, Kabar BUMN
- Selasa, 2 Januari 2024 | 15:00 WIB
Pasar Klewer Solo (Melia)
Pasar Klewer Solo (Melia)

Pasar Gede Hardjonagro atau yang lebih dikenal dengan nama Pasar Gede dibangun pada tahun 1927.

Diresmikan pada tahun 1930, pasar ini didirikan di zaman Paku Buwono X dengan bantuan arsitek terkenal dari Eropa bernama Ir. Herman Thomas Kartsen.

Seperti namanya, pasar ini menyajikan beragam kebutuhan bahan pokok yang lengkap, mulai dari sembako hingga beragam kuliner tradisional khas Kota Solo.

Pasar Gede juga menjadi salah satu pasar tertua di Indonesia yang selalu ramai oleh pengunjung.

3. Pasar Antik Triwindu

Berbeda dengan pasar tradisional lainnya yang menjual kebutuhan pokok seperti sandang dan pangan.

Pasar Triwindu menjual berbagai macam barang-barang antik.

Pasar yang berlokasi di Jalan Diponegoro, Solo ini menjual berbagai macam barang antik seperti, patung, radio, uang kuno, wayang, jam dinding, peralatan rumah tangga dan barang antik lainnya.

Berkunjung ke Pasar Triwindu membuat para pengunjung seakan-akan kembali ke masa lalu.

Pasar Triwindu didirikan pada tahun 1939 untuk memperingati 24 tahun pemerintahan Mangkunegaran VII.

Baca Juga: 4 Kuliner Lezat nan Nikmat di Pasar Wonokromo, Surabaya, yang Sudah Melegenda

4. Pasar Legi

Pasar Legi Solo dibangun pertama kali oleh Raden Mas Said alias Pangeran Sambernyawa atau Praja Mangkunegaran, KGPAA Mangkunagoro (MN) I, di era 1750-an.

Seperti pasar tradisional pada umumnya, pasar legi menjual berbagai hasil bumi dari petani di sekitar kota Solo.

Setiap hari pasaran Legi, banyak pedagang dari berbagai daerah seperti Kartasura, Boyolali, Wonogiri, Karanganyar, Klaten, Sragen, hingga Ngawi berdatangan ke pasar ini.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Jennaira

Sumber: surakarta.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini