Berkunjung ke Cagar Budaya Monumen Serangan Umum 1 Maret di Area Museum Benteng Vredeburg Jogja

Photo Author
Jennaira, Kabar BUMN
- Kamis, 4 Januari 2024 | 18:30 WIB
Monumen Serangan 1 Maret 1949 (Jennaira)
Monumen Serangan 1 Maret 1949 (Jennaira)

 

Kabar BUMN - Beberapa orang sudah tidak asing dengan Museum Benteng Vredeburg yang terletak di depan Kantor Pos Besar Yogyakarta.

Namun hanya sedikit yang tau nama monumen yang ada di area sekitar Benteng Vredeburg.

Monumen tersebut ialah Monumen Serangan 1 Maret yang dibangun guna memperingati serangan tentara Indonesia terhadap Belanda pada tanggal 1 Maret 1949.

Saat itu Belanda menganggap Negara Indonesia lumpuh bahkan tidak ada.

Untuk membuktikan anggapan Belanda salah dan Negara Indonesia masih ada maka dilakukan serangan besar-besaran.

Serangan tersebut dilakukan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Soeharto, Komandan Brigade 10 daerah Wehrkreise III.

Baca Juga: Satu Kawasan dengan Taman Air Sabda Alam Garut, Glamping View Gunung Guntur Ini Tawarkan Pengalaman Menginap Bak di Hotel Berbintang

Dalam peperangan itu Kota Yogyakarta saat itu berhasil diduduki oleh TNI selama 6 jam sampai dengan pukul 12.00, sesuai dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya.

Dengan berhasilnya Serangan Umum 1 Maret ini maka moril TNI semakin meningkat dan mampu mematahkan propaganda yang dilakukan Belanda.

Dikutip dari Laman Museum Benteng Vredeburg, serangan umum 1 Maret 1949 juga merupakan sebuah respons atas Agresi Militer Belanda ke-II yang menjadikan Yogyakarta sebagai sasaran utamanya.

Ketika itu, Yogyakarta menjadi ibu kota Indonesia karena situasi di Jakarta tidak aman setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Situasi Yogyakarta sebagai ibu kota negara saat itu sangat tidak kondusif.

Keadaan tersebut diperparah propaganda Belanda di dunia luar bahwa tentara Indonesia sudah tidak ada.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Jennaira

Tags

Terkini