Kabar BUMN - Pagi-pagi lebih enak sarapan dengan yang makanan berkuah hangat.
Selain mengisi perut agar tidak kosong, sarapan dengan makanan berkuah hangat juga membuat tubuh terasa lebih segar dan berenergi.
Jika sedang bingung mau sarapan apa, tidak ada salahnya untuk mencoba sarapan dengan Coto Makassar.
Coto Makassar merupakan makanan tradisional khas Makassar yang sudah ada sejak kerajaan Gowa.
Saat itu berpusat di Sombaopu sekitar tahun 1538 masehi di wilayah selatan kota Makassar.
Coto Makassar atau yang memiliki nama lain Pallu Coto Mangkasark ini merupakan hidangan yang mendapat pengaruh dari kuliner Cina yang ada saat itu.
Baca Juga: Rekomendasi Mie Kocok Bandung, Kuliner Khas yang Sudah Ada Sejak Tahun 1800an
Terlihat dari jenis sambal yang digunakan yakni sambal tauco sebagai salah satu identitasnya.
Makanan ini terbuat dari jeroan atau daging sapi yang direbus dalam waktu yang lama.
Rebusan jeroan bercampur daging sapi kemudian diiris-iris, lalu dibumbui dengan bumbu yang diracik secara khusus.
Tak tanggung-tanggung, bumbu khusus yang digunakan dalam Coto Makassar ini ada 40 jenis.
Diantaranya ada kacang, kemiri, cengkeh, pala, foeli, sereh yang ditumbuk halus, lengkuas, merica, bawang merah, bawang putih, jintan, ketumbar merah, ketumbar putih, jahe, laos, daun jeruk purut, daun salam, daun kunyit, daun bawang, daun seledri, daun perei, lombok merah, lombok hijau, gula tala, asam, kayu manis, garam.
Serta pepaya muda yang digunakan untuk melembutkan daging dan kapur untuk mempersihkan jeroan.
Artikel Terkait
Berwisata ke Kampung Wijilan, Berjajar Kuliner Khas Kota Jogja, Pengunjung Bisa Melihat Pembuatan Gudeg
Menikmati Kuliner Khas Kota Solo, Sate Kere, Sate Favorit Rakyat
Kelaparan di Sekitar Stasiun Senen, Bisa Melongok ke 5 Destinasi Kuliner Pengganjal Perut Ini, Ada yang Buka 24 Jam
East Coast by the Sea, Tempat Nongkrong Hits dan Cozy di PIK, Hadirkan Banyak Pilihan Kuliner hingga Spot Foto Instagramable