Saat itu, pemerintah Belanda membangun Benteng Vredeburg tahun 1790 di ujung selatan Malioboro.
Belanda juga membangun Dutch Club atau Societeit Der Vereneging Djokdjakarta (1822), The Dutch Governor’s Residence (1830), Javasche Bank, dan Kantor Pos.
Malioboro juga memiliki peran penting dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia.
Di jalan ini pernah terjadi pertempuran hebat antara pejuang Tanah Air dengan pasukan kolonial Belanda yang dikenal dengan peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949.
Pasukan Merah Putih berhasil menaklukkan kekuatan Belanda dan menduduki Yogyakarta setelah enam jam bertempur.
Hingga saat ini, Malioboro terus berkembang dengan tetap mempertahankan konsep aslinya dulu, Malioboro jadi pusat kehidupan masyarakat Yogyakarta.
Artikel Terkait
HATHI dan Jasa Tirta 1 Gelar Pelantikan Pengurus, Serta Kegiatan FGD Bertemakan Banjir Kota Malang
Upaya Makmurkan Petani, Petrokimia Gresik Siap Kejar Target Program Makmur untuk Lahan 132 Ribu Hektare
Daftar Pasar-pasar Unik di Indonesia, Ada yang Buka di Tengah Hutan hingga Jajakan Barang Bekas
Pendaftaran Ditutup Malam Ini, PT Kimia Farma Buka Lowongan Magang di BUMN, Simak Kualifikasinya Berikut