Mereka pun berkreasi mencampurkan terigu, telur, susu dan lemak nabati sebagai bahan bakunya.
Jadilah kue kembang waru ini.
Saat ini kue kembang waru sulit ditemukan selain di Pasar Kotagede.
Baca Juga: Resep Bluder Madiun, Jajanan Peninggalan Kolonial Belanda
Geplak
Camilan yang satu ini sebenarnya bukan asli Kotagede, melainkan dari Bantul.
Geplak terbuat dari parutan kelapa dan gula merah atau gula pasir. Cita rasanya manis dan lunak.
Camilan ini sudah ada sejak zaman kolonial di mana produksi gula dan kelapa sangat melimpah.
Awalnya Geplak hanya berwarna cokelat dan putih.
Sekarang sudah berwarna warni menjadi merah, kuning, hijau, putih dan cokelat.
Rasanya pun bervariasi dari jahe, stroberi, kacang dan durian.
Baca Juga: Toko Roti Legendaris di Jakarta, Keberagaman Roti Jadul yang Masih Jadi Favorit Sampai Sekarang
Jadah manten
Jadah manten termasuk camilan yang sangat sulit ditemukan kecuali di Pasar Kotagede.
Camilan ini terbuat dari beras ketan yang diisi abon atau suwiran ayam.
Sepintas mirip lemper tetapi dibungkus dengan telur dadar lalu dipanggang untuk ciptakan cita rasa bakaran.
Artikel Terkait
Memasuki Lorong Waktu ke Masa-masa Puluhan Tahun Lalu di Kotagede, Yogyakarta, yang Vintage dan Cantik
Sejenak Berkeliling di Kotagede untuk Menikmati Kuliner Wajib Yang Sudah Dijual Sejak Zaman Mataram Kuno
Pesona Bukit Pengilon, Tempat Wisata di Yogyakarta untuk Melihat Sunset dari Pinggir Tebing Pantai
Sehatkan Hari dengan Sepiring Sego Pecel, Ini 4 Rekomendasi Penjual yang Banyak Disuka di Yogyakarta
4 Pantai di Yogyakarta untuk Tempat Kamping yang Fasilitasnya Sudah Memadai