Kabar BUMN - Ketupat merupakan menu wajib yang selalu ada saat momen hari raya idul fitri atau momen lebaran.
Ketupat sendiri merupakan makanan khas Asia Tenggara yang terbuat dari beras dan dibungkus dengan menggunakan anyaman daun kelapa muda dengan bentuk persegi.
Selain umat muslim, Ketupat juga kerap digunakan masyarakat beragama Hindu di Bali untuk menjalankan ritual adat.
Di beberapa wilayah di Indonesia, Ketupat sering dihadirkan dalam acara adat seperti ibadah dan syukuran.
Bahkan di Pulai Jawa dan Bali, ketupat menjadi simbol ucapan syukur dalam acara Sekaten dan Grebeg Maulud, serta upacara adat lainnya.
Sementara itu, di Pulau Bangka terdapat tradisi perang Ketupat yang diadakan setiap menjelang 1 Muharram.
Perang Ketupat ini dilakukan untuk mengusir bencana dan memohon berkah rezeki dan keselataman hidup.
Sejarah
Dilansir dari beberapa sumber, Ketupat atau Kupat memiliki arti unik, yakni “Ngaku Lepat” atau mengakui kesalahan, hal ini identik dengan makna Idul Fitri.
Janur yang digunakan untuk membuat ketupat ini adalah kependekan dari “jatining nur” yang biasa disebut hati nurani.
Jika diperhatikan rumitnya selongsong, alias janur yang dianyam secara manual ini memiliki arti tersendiri.
Janur yang memiliki pola anyaman yang terbilang rumit ini merupakan simbol kompleksitas masyarakat Jawa saat itu.
Artikel Terkait
Lowongan Kerja di PT Mitra Utama Madani (MUM) Penempatan di Menara PNM Jakarta Selatan, Tiga Posisi Tersedia
KAI Resmikan Peluncuran 3 Kereta Api Baru di Stasiun Garut, Ada Kelas Eksekutif dan Kelas Ekonomi, Yuk Intip Jadwalnya!
Permukaan Airnya Mirip Cermin, Danau Paisu Pok yang Luar Biasa Indah Ini Bersembunyi di Banggai Kepulauan
Lewat Livin Sukha, Nonton English Premier League di Vidio Bisa Bebas Biaya Langganan, Simak Syaratnya