Budaya dan Aturannya Cukup Tegas, Ini Etika Kalau Liburan ke Singapura, Wajib Dipatuhi!

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 5 Februari 2024 | 15:00 WIB
Ilustrasi. Singapura dan masyarakatnya terkenal sebagai negara yang teratur. Negara ini bahkan mengenakan denda bagi siapa pun yang melanggar aturan yang telah ditetapkan.  (Pexels/Martin Hungerbühler )
Ilustrasi. Singapura dan masyarakatnya terkenal sebagai negara yang teratur. Negara ini bahkan mengenakan denda bagi siapa pun yang melanggar aturan yang telah ditetapkan. (Pexels/Martin Hungerbühler )

Kabar BUMN - Secara kultur, Singapura sejatinya tidak terlalu berbeda dengan Indonesia.

Meskipun begitu, Singapura dan masyarakatnya terkenal sebagai negara yang teratur.

Singapura bahkan mengenakan denda bagi siapa pun yang melanggar aturan yang telah ditetapkan.

Kalau ingin liburan ke Singapura, terlebih bagi yang kali pertama, pastikan patuhi dan etika yang berlaku.

Baca Juga: Hidden Gem di Antara Bangunan Pencakar Langit, Wisata ke Pulau-pulau Kecil di Sekitar Singapura

1. Wajib antre
Budaya antre sudah mendarah daging bagi masyarakat di Singapura. Etika ini berlaku pula bagi turis.

Jangan sekali-kali memotong antrean sekalipun itu hanya barisan yang pendek.

Selain bisa mendapat teguran, orang yang melayani pun tidak akan mau menghadapi si pemotong antrean.

Baca Juga: Di Hawker Center, Harga Makanan Lebih Murah dan Suasananya Juga Khas Singapura, Ini Kisi-kisi Sebelum Makan di Sana

2. Jangan duduk di meja dengan tisu
Etika ini berlaku ketika Anda sedang ada di food court atau di hawker centre.

Meja yang ada bungkus tisu menunjukkan tempat itu sudah direservasi.

Perlu diketahui di tempat umum di Singapura tidak pernah disediakan tisu.

Baca Juga: 4 Hawker Center Terkenal di Singapura, Tempat Makan Favoritnya Warga Lokal, Juga Ramai Dikunjungi Turis 

Orang sana membawa tisu sendiri. Adanya bungkus tisu di meja mengindikasikan itu sudah ditempati.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: timeout.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini