Jika ke sini sebaiknya menggunakan alas kaki seperti sneaker atau sandal gunung agar tidak terpleset.
Di salah satu ruas jalan setapak diberi nama Tangga Jodoh. Nama ini cukup mengundang orang ke sini.
Sebelum tiba di air terjun, pelancong akan melewati beragam tumbuhan. Antara lain kakao, pisang, dan durian.
Di siang hari, terdengar juga suara tongeret dan burung yang membuat perasaan semakin damai.
Cocok untuk bersantai
Setelah berjalan beberapa menit, pelancong akan tiba di air terjun. Tingginya sekitar 40 meter.
Air terjun Way Kalam dikelilingi tebing bebatuan melingkar. Ada banyak pohon besar yang rimbun.
Banyak orang yang datang untuk merendam kaki dan bermain air.
Tidak perlu khawatir main air sepuasnya. Tersedia tempat ganti baju dan saung di dekat air terjun.
Di dekat air terjun Way Kalam saat ini tersedia tempat home stay di rumah penduduk di desa.
Tempat wisata dan juga home stay dikelola Pokdarwis Desa Way Kalam.
Air Terjun Way Kalam buka setiap hari 24 jam, tetapi jam terbaik datang antara jam 08.00 - 17.00 WIB.
Tiket masuk Rp5.000 per orang.***
Artikel Terkait
Rencanakan Liburan Seru Bersama Keluarga di Krakatau Kahai Beach Resort, Lampung
Paraduta Hill, Restoran Cantik di Bandar Lampung yang Punya View Ciylight
Bakauheni Harbour City Jadi Destinasi Wisata Pilihan di Lampung Selatan, Sekitar 9 Ribu Kendaraan Padati Kawasan Siger Park
Berkat Program BRI KlasterkuHidupku, Peternak-peternak Kecil Lampung Timur Percaya Diri Menuju Pasar Baru
Rekomendasi 6 Kuliner Khas yang Wajib Dicicipi Saat Wisata ke Lampung