3. Kastengels
Aslinya namanya kaasstengles. Kaas artinya keju dan stengels artinya batangan.
Zaman dulu, di Belanda, tepatnya di kota Krabbedijke, kue ini pernah dijadikan pengganti mata uang.
Kastengels dijadikan alat barter karena kue ini terbuat dari keju yang terhitung bahan baku mahal.
Di Indonesia, kastengels muncul setelah diperkenalkan perempuan Belanda yang datang ke Indonesia.
hBaca Juga: Hindari! Inilah 5 Jenis Camilan Kesukaan yang Mudah Meningkatkan Berat Badan
4. Kue kembang goyang
Kue kembang goyang selalu hadir di sajian keluarga Betawi setiap perayaan Idul Fitri.
Dinamakan kembang goyang karena untuk melepaskan kue dari cetakannya, harus digoyangkan berkali-kali.
Dulu kue ini dibuat perempuan Betawi sebagai jamuan khusus bagi tamu-tamu Belanda.
Seiring perkembangan zaman, kue ini jadi jamuan di momen spesial seperti hari raya Idul Fitri.
Baca Juga: 5 Hidangan Lebaran Khas Betawi yang Cocok Untuk Menjamu Para Tamu
5. Kue Lidah Kucing
Kue lidah kucing juga mendapat pengaruh dari Belanda.
Generasi lama lebih sering menyebutnya katetong atau dalam bahasa Belanda namanya kattentongen.
Saat ini kue lidah kucing mengalami banyak modifikasi.
Bila dulu hanya rasa mentega, sekarang ada banyak rasa, mulai dari cokelat, matcha, hingga red velvet.***
Artikel Terkait
Tiga Jajanan Pasar Asal Indonesia Masuk Daftar 10 Kue Paling Populer di Asia, Apa Saja?
Nggak Cuma Nastar, Berikut Macam-macam Kue Khas Lebaran yang Wajib Ada di Mejamu
Untuk Sepotong Kue Manis di Sore Hari, Ini Rekomendasi Dessert Cafe di Jakarta yang Kelezatannya Sudah Approved
5 Pasar Subuh di Jabodetabek, Surganya Berburu Kue Tradisional dan Jajanan Pasar Lainnya