Kabar BUMN - Idul Fitri adalah perayaan besar bagi masyarakat Indonesia yang sebagian besar beragama Islam.
Di hari raya Idul Fitri ini ada sejumlah tradisi yang masih terus dipraktikkan sejak dulu hingga sekarang.
Setiap tradisi Idul Fitri ini memiliki cerita dan maknanya sendiri.
Baca Juga: Asal Usul Kata dan Sejarah Mudik di Setiap Perayaan Idul Fitri di Indonesia
Perayaan Idul Fitri dua hari
Di Indonesia, hari Idul Fitri ditetapkan sebagai hari libur nasional selama dua hari.
Sementara di negara lain, Idul Fitri hanya dirayakan satu hari saja.
Dituliskan Mohammad Roem di koran Indonesia Raya tahun 1971, tradisi itu diawali pada masa kolonial Belanda.
Mohammad Roem pernah menjabat Wakil Perdana Meteri dan juga Menteri Luar Negeri masa Orde Lama.
Menurutnya, dulu masyarakat Indonesia hanya tahu penetapan puasa dan Idul Fitri lewat suara bedug masjid.
Penetapan satu daerah, bahkan antar kampung saja berbeda, tetapi tidak ada perpecahan.
Baca Juga: Kisah dan Cerita Unik dari Sepotong Kue Kering yang Biasa Dihidangkan di Setiap Idul Fitri
Pemerintah kolonial Belanda pun melihatnya.
Jika dulunya 1 Ramadan dan 1 Syawal dijadikan hari libur.
Artikel Terkait
Bukan New Zealand, Destinasi Wisata Cantik Ini Ada di Bondowoso, Mau Tahu Nama Tempatnya?
Selain Menyuguhkan Panorama Sunset Terbaik, Pantai Setigi Heni di Lampung Selatan Juga Punya Fasilitas Lengkap, Cocok Jadi Destinasi Libur Lebaran
Mengintip Tradisi Idul Fitri di Beberapa Negara Dunia, Ada yang Lukis Telur Rebus
Fakta Menarik Ketupat yang Selalu Terhidang di Hari Raya Idul Fitri, Arti dan Maknanya Ternyata Mendalam
Kisah dan Cerita Unik dari Sepotong Kue Kering yang Biasa Dihidangkan di Setiap Idul Fitri