Baca Juga: FHCI Rilis Jadwal Resmi Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Rekrutmen Bersama BUMN 2024
Dikutip dari situs NU Online, istilah halalbihalal dipopulerkan oleh seorang penjual martabak asal India di Taman Sriwedari Solo.
Yakni sekitar tahun 1935-1936, khususnya pada malam keramaian di bulan Ramadan.
Seorang yang membantu pedagang martabak tersebut mempromosikan dagangannya dengan istilah, "martabak Malabar, halal bin halal, halal bin halal".
Kata-kata itulah yang kemudian diikuti oleh para pelanggannya.
Baca Juga: Peduli Rekan-rekan Penyandang Tunanetra, TJSL DAHANA Bagikan Sembako ke Anggota PERTUNI Subang
Versi lainnya menyebutkan istilah Halal Bihalal pertama kali diperkenalkan oleh KH Abdul Wahab Hasbullah pada tahun 1948.
KH Wahab memperkenalkan istilah halalbihalal pada Presiden Soekarno sebagai bentuk cara silaturahmi antar-pemimpin politik yang pada saat itu masih memiliki konflik.
Atas saran KH Wahab, pada Hari Raya Idul Fitri tahun 1948, Soekarno mengundang seluruh tokoh politik untuk datang ke Istana Negara untuk menghadiri silaturahmi yang diberi judul 'Halalbihalal.'
Para tokoh politik itu duduk dalam satu meja untuk saling memaafkan, saling menghalalkan.
Saat itu, mereka mulai menyusun kekuatan dan persatuan bangsa ke depan
Hingga kini, istilah Halal Bihalal di Indonesia terus dilakukan saat Lebaran.
Artikel Terkait
Rekomendasi Tempat Wisata Keluarga di Karanganyar, Air Terjun Parang Ijo Cocok untuk Mengisi Waktu Saat Libur Lebaran
Libur Lebaran di Wonosobo, Bisa Lihat Festival Balon Udara Ala Cappadocia, Simak Jadwal Lengkapnya
PLN EPI Jaga Rantai Pasok Biomassa ke PLTU Paiton, Perkuat Kelistrikan Momen Mudik Lebaran 2024
Giveaway Hampers Lebaran dari KAI dan Buttonscarves Ditutup Besok, Buruan Ikutan dan Simak Syaratnya!