Dirayakan Besok, Simak Asal Usul dan Makna dari Lebaran Ketupat

Photo Author
Jennaira, Kabar BUMN
- Selasa, 16 April 2024 | 13:00 WIB
Makna dan Filosofi Ketupat Lebaran yang Jarang Diketahui
Makna dan Filosofi Ketupat Lebaran yang Jarang Diketahui

Baca Juga: Kolaborasi Stakeholder Bandara Soekarno-Hatta di Masa Angkutan Lebaran Dapat Apresiasi dari Menhub

Sehingga seseorang orang yang memakan ketupat menggambarkan bahwa ia telah bisa mengendalikan keempat nafsu tersebut setelah melaksanakan ibadah puasa.

Sementara lauk pendamping dari santan atau santen menurut filosofi Jawa memiliki makna ‘pangapunten’ atau memohon maaf atas kesalahan.

Dari sajian tersebut kemudian dikenal istilah ‘mangan kupat nganggo santen, menawi lepat nyuwun pangapunten’ yang artinya ‘makan ketupat pakai santan, bila ada kesalahan mohon dimaafkan’.

Adanya nilai filosofi dalam tradisi ini juga bertujuan agar tidak disalahgunakan untuk sesuatu yang syirik, dan untuk melestarikan syiar Islam yang berciri khas akulturasi budaya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Jennaira

Tags

Artikel Terkait

Terkini