Kampung Konservasi Rimbun, Kombinasikan Wisata Alam dan Wisata Kuliner

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Jumat, 19 April 2024 | 10:00 WIB
Kampung Konservasi Rimbun menggabungkan dua jenis wisata sekaligus, yaitu wisata alam dan wisata kuliner.  (tangerangnews.com)
Kampung Konservasi Rimbun menggabungkan dua jenis wisata sekaligus, yaitu wisata alam dan wisata kuliner. (tangerangnews.com)

Baca Juga: Wisata Edukasi di Tangerang Selatan yang Ramah Anak

Paket ini terbuka untuk anak umur 2 tahun sampai SMK. Tentu saja konsepnya disesuaikan umur.

Setiap anak akan mendapatkan pengetahuan tentang tanaman dan sekaligus praktek.

Ada tiga jenis paket field trip dengan harga yang berbeda-beda.

Baca Juga: Dino Lab, Inspirasi Tempat Rekreasi Bareng si Kecil di Tangerang, Belajar Sambil Bermain di Taman Berisi Dinosaurus

Paket pertama mencakup pengenalan tanaman dan kegiatan outbound. Paket ini seharga Rp65.000.

Paket kedua, belajar tentang tanaman, outbound, dan menangkap ikan. Harganya Rp75.000.

Dan paket ketiga paling lengkap dengan harga paket Rp95.000.

Yakni terdiri atas pengenalan tanaman, outbound, menangkap ikan, dan menanam padi.

Baca Juga: World of Wonder, Theme Park Murah Meriah di Tangerang yang Punya Banyak Wahana, HTM Tak Sampai Seratus Ribu

Kuliner sehat
Untuk anak-anak juga tersedia playground, isinya ayunan, perosotan, jungkat jungkit, dan banyak lagi.

Bisa juga menginap di camping ground. Seluruh peralatan camping sudah disediakan.

Kalau sudah puas cocok tanam dan bermain, silakan cicipi kuliner yang tersedia di Restoran Rimbun.

Baca Juga: Beragam Kuliner Wajib di Pasar Lama Tangerang, Banyak yang Tidak Bisa Ditemukan di Tempat Lain

Restoran di Kampung Konservasi Rimbun dibuat dengan konsep alam.

Tersedia berbagai menu Nusantara, seperti ayam dan bebek goreng, seafood, aneka sayuran dan lalapan.

Menu favoritnya sambal petai, udang bakar madu, gurame bakar madu, dan es timun serut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: direktorat pai

Tags

Artikel Terkait

Terkini