Di Tempat Sakral Ini Istilah di Mana Bumi Dipijak Di Situ Langit Dijunjung Dijalankan dengan Sebetul-betulnya, Orang Tidak Boleh Sembarang

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Selasa, 30 April 2024 | 19:00 WIB
Deretan tulang belulang warga yang dimakamkan dengan tradisi dan adat istiadat Desa Trunyan. (sales-sandiegohills.com via m-kuta.com)
Deretan tulang belulang warga yang dimakamkan dengan tradisi dan adat istiadat Desa Trunyan. (sales-sandiegohills.com via m-kuta.com)

Kabar BUMN - Banyak tempat wisata di Indonesia yang umurnya sudah ratusan tahun dan masih terjaga.

Termasuk terkait segala aturan dan adat istiadat yang masih terjaga dan dipertahankan hingga sekarang.

Orang yang datang ke tempat ini harus menghormati semua aturan yang sudah ditetapkan di situ.

Pelanggaran mungkin menimbulkan kemurkaan penduduk setempat.

Baca Juga: Pantai-pantai Cantik di Blitar yang Tidak Kalah dari Bali, Terakhir Punya Nama dan Sejarah Seram

1. Desa Trunyan
Begitu banyak tempat sakral di Bali, mengingat budaya dan ada istiadatnya yang sangat kuat.

Salah satu tempat tersebut adalah Desa Trunyan di daerah Kintamani yang telah berusia ribuan tahun.

Penduduk desa Trunyan memiliki tradisi pemakaman yang berbeda dengan masyarakat Bali umumnya.

Jenazah orang meninggal diletakkan di atas tanah dan di bawah pohon taru menyang.

Baca Juga: Indonesia Kaya! Inilah Ragam Upacara Adat di Indonesia Warisan Nenek Moyang yang Masih Dipertahankan Hingga Sekarang

Jika orang tertarik datang, sebelum masuk ke desa, semua harus mematuhi aturan yang berlaku.

Antara lain tidak boleh berkata kotor, tidak boleh memegang tengkorak.

Apalagi sampai mengambil barang-barang di sekitar kuburan. Serta tidak boleh melakukan hal yang tidak sopan.

Bagi perempuan yang sedang menstruasi juga dilarang datang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: direktorat pai

Tags

Artikel Terkait

Terkini