Cahaya lampion juga simbol seseorang akan mendapatkan pencerahan dalam hidup dan pemurnian pikiran.
Bagi umat Buddha, sebelum melepaskan lampion, harus didahului meditasi oleh para pendeta.
Prosesi pelepasan lampion biasanya dilakukan per grup yang terdiri atas 4-5 orang.
Di satu lampion, setiap orang menempelkan kertas kecil yang berisi doa dan harapannya.
Biasanya kertas ini sudah didoakan dulu ketika melakukan upacara Waisak di Candi Borobudur.
Setelah kertas ditempelkan, barulah api pada lampion dinyalakan dan kemudian diterbangkan.
Terbuka untuk umum
Walau festival lampion bagian dari ritual Waisak tetapi masyarakat umum pun boleh berpartisipasi.
Tahun 2024 ini festival lampion di Candi Borobudur akan berlangsung tanggal 24 Mei 2024.
Panitia festival sudah menyiakan sekitar 2.568 lampion yang akan dilepas.
Baca Juga: Isinya Bisa Membuat Orang Ternganga Heran, Ini 5 Museum Paling Unik di Seluruh Dunia
Angka ini perlambang dari tahun menurut perhitungan ajaran Buddha, yaitu 2568 BE.
Prosesi pelepasan lampion akan berlangsung dua kali. Sesi pertama jam 19.00-21.00 WIB, sesi kedua jam 21.30-22.30.
Detik-detik perayaan Waisak 2568 BE akan jatuh di tengah prosesi pelepasan lampion, yaitu jam 20.52 WIB.
Artikel Terkait
Tradisi Perayaan Waisak di Seluruh Dunia
10 Contoh Ucapan Selamat Hari Raya Waisak, Cocok untuk Postingan Media Sosial
Jelang Perayaan Waisak 2568 BE, InJourney Siap Sambut Ribuan Umat Buddha di Candi Borobudur
Berapa Harga Tiket Masuk Candi Borobudur di Pekan Libur Panjang Waisak 2024? Simak Informasinya
Perayaan Waisak 2568 BE: Doa Bersama Umat Buddha Terbesar di Indonesia untuk Perdamaian Dunia di Candi Borobudur
Mulai Besok, Puluhan Bhikkhu Thudong akan Memulai Perjalanan dari TMII menuju Candi Borobudur. TMII Buka Kesempatan Masyarakat yang Ingin Ikuti Acara