Kabar BUMN - Tanggal 4 Juni 2023 ini dirayakan sebagai Hari Waisak atau hari kelahiran Siddharta Gautama atau Sang Buddha.
Hari Waisak atau Vesak Day, merupakan salah satu festival umat Buddha yang paling penting. Ini menjadi momentum tanda pencerahan seorang Buddha ketika dia menemukan makna hidupnya.
Perlu diketahui, jatuhnya perayaan hari Waisak setiap tahunnya berbeda-beda, karena perhitungan hari besar ini berdasarkan kalender bulan atau Lunar Calendar.
Baca Juga: 11 Mindset yang Harus Dirubah Agar Menjadi Orang Sukses
Biasanya disesuaikan juga dengan kalender umat Buddha atau kalender bulan kuno (Vesakha). Umumnya Hari Waisak jatuh di bulan April, Mei, atau Juni.
Sebagai perayaan besar bagi umat Buddha, tidak hanya masyarakat Indonesia saja yang merayakannya.
Di beberapa negara yang penduduknya banyak menganut agama Buddha, Hari Waisak dijadikan hari libur. Ada sejumlah tradisi pula yang mereka lakukan.
1. Singapura
Perayaan Hari Waisak di Singapura diawali dengan upacara memandikan patung bayi Siddharta dengan menyiramkan air wangi.
Air ini dicampur dengan wewangian dan bunga-bunga. Ini merupakan simbol awalan yang baru. Semua hal-hal buruk seorang manusia digantikan dengan hal-hal baik.
Di Singapura, sebelum Hari Waisak umat Buddha sudah membeli burung yang sangkar. Tepat pada hari raya tersebut burung dilepaskan dari sangkarnya.
Baca Juga: 7 Tips Menjadi Backpacker Solo: Cara Maksimalkan Waktu Liburmu Sendirian Jadi Menyenangkan
Artikel Terkait
Menciptakan Spiritual Value di Kawasan Candi Borobudur Melalui Festival Purnama 2023
Agar Tetap Nyaman saat Liburan, Berikut 5 Tips Datang ke Festival Lampion Waisak Borobudur 2023
Warisan Budaya yang Tak Ternilai, Candi-Candi Peninggalan Kerajaan Buddha di Indonesia
InJourney Sambut 32 Bhikku Thudong dalam Rangkaian Acara Perayaan Waisak di Candi Borobudur
PT TWC Siap Sukseskan Perayaan Tri Suci Waisak 2567 BE di Candi Borobudur