3. Pertimbangkan Musim Hujan
Memiliki gambaran kasar kapan musim kemarau dan musim hujan tiba tentu merupakan hal yang berguna untuk diketahui sebelum berangkat ke Indonesia.
Bali memiliki musim hujan yang berlangsung Oktober sampai April. Musim hujan bisa menjadi waktu yang menarik untuk berkunjung ke Bali.
Selain fakta bahwa harga segala hal – mulai dari tiket pesawat regional hingga hotel – anjlok, pulau ini menjadi sangat subur, cuacanya masih hangat (biasanya berkisar antara 24°C/75°F dan 29°C/85°F) , dan tempat-tempat wisata utama bebas dari keramaian.
4. Belilah semprotan serangga
Bali tidak memiliki masalah nyamuk yang besar, namun sama seperti tempat lain di Asia Tenggara, namun, tetap saja serangga bisa menjadi masalah saat berkunjung ke Bali, terutama i musim hujan.
Pilihlah semprotan serangga buatan Asia yang lebih murah, seperti Soffell dan lainnya.
5. Hindari bepergian pada jam sibuk
Lalu lintas di Bali bisa sangat buruk terutama di sekitar tempat-tempat sibuk seperti Denpasar dan Kuta. Waktu sibuk cenderung terjadi pada pukul 06.00 hingga 10.00 dan pukul 16.00 hingga 19.00.
Baca Juga: PLN Siap Sukseskan KTT WWF di Bali dengan Kelistrikan Andal Tanpa Kedip
6. Pakaian yang Sopan
Di Bali, pakaian renang minim diperbolehkan untuk ke pantai, namun tidak untuk jalan-jalan ke supermarket atau restoran.
Pria dan wanita perlu memastikan bahu dan kaki bagian atas mereka tertutup ketika mengunjungi tempat keagamaan, meskipun sebagian besar tempat tersebut menyediakan sarung untuk dipinjam oleh pengunjung.
Artikel Terkait
Tidak Kalah dari Bali, Sukabumi Juga Punya Deretan Wisata Pantai yang Memesona
Ragam Kuliner Khas Bali yang Wajib Dicicipi Saat Jalan-jalan ke Pulau Dewata
2 Jam dari Jakarta, Saung Sabin Sediakan Resto Pinggir Sungai dengan View Pegunungan, Vibes-nya Mirip di Bali!
Wisata Mata Air Cimincul, Tempat Renang Nuansa Alam di Subang dengan Harga Terjangkau, Vibes-nya Berasa di Ubud Bali
Destinasi Wisata Gratis di Bali yang Belum Banyak Diketahui Wisatawan, Pantai Cemongkak Suguhkan Pemandangan Bak Surga Tersembunyi