Museum Dr Soetomo, Surabaya, Tempat Mengenang Kisah Kehidupan Tokoh Pergerakan Nasional

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 20 Mei 2024 | 07:00 WIB
Museum Dr Soetomo berada di kompleks Gedung Nasional Indonesia (GNI), Surabaya.  (bappedalitbang.surabaya.go.id)
Museum Dr Soetomo berada di kompleks Gedung Nasional Indonesia (GNI), Surabaya. (bappedalitbang.surabaya.go.id)

Kabar BUMN - Bersama Wahidin Sudirohusodo dan sejumlah pelajar STOVIA, Dr Soetomo mendirikan Boedi Oetomo.

Organisasi pemuda Boedi Oetomo yang didirikan 20 Mei 1908 ini jadi tonggak pergerakan nasional di Indonesia.

Atas dedikasi dan komitmennya, pemerintah mendirikan Museum Dr Soetomo di tempat asalnya, Surabaya.

Baca Juga: Bukan Jepang, Kampung Wisata Ala Negeri Sakura Ini Ada di Surabaya, HTM Seikhlasnya Bisa Foto-foto Sepuasnya

Bagian dari gedung pertemuan
Museum Dr Soetomo berada di kompleks Gedung Nasional Indonesia (GNI), Surabaya.

Gedung yang dibangun 11 Juli 1930 ini dulunya tempat pertemuan sejumlah tokoh perintis kemerdekaan.

Pada tahun 2017 salah satu bangunan dalam kompleks GNI ini dijadikan sebagai Museum Dr Soetomo.

Baca Juga: Kebun Teh Menyegarkan di Dekat Surabaya, Bukit Kuneer Cocok Jadi Tujuan untuk Wisata di Akhir Pekan

Tujuannya untuk memberikan gambaraan kepada penerus bangsa tentang kehidupan Dr Soetomo.

Bangunan museum ini berupa rumah dua lantai khas Belanda. Bentuk bangunannya masih dijaga keasliannya.

Pada lantai pertama, pengunjung bisa mempelajari kehidupan Dr Soetomo sejak lahir, studi di STOVIA.

Sampai saat bekerja sebagai dokter di rumah sakit Centra Burgelijke Ziekeningrichting (CBZ) Simpang Surabaya.

Baca Juga: Wisata Modal Seratus Ribu di Surabaya, Bisa Main Sepuasnya di Atlantis Land yang Punya Berbagai Wahana

Museum Dr Soetomo menyimpan sekitar 328 koleksi dan sejumlah alat-alat kesehatan.

Ada sejumlah foto Dr Soetomo bersama teman pergerakan dan fotonya bersama keluarga.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: direktorat pai

Tags

Artikel Terkait

Terkini