Kabar BUMN - Thrift shop saat ini menjadi salah satu tren yang sedang diminati oleh milenial. Hal itu dikarenakan, milenial bisa mendapatkan baju, celana, topi, tas, dan sepatu yang berkualitas bagus dengan harga yang murah.
Bisnis thrift shop ini tentu menjadi peluang besar bagi milenial untuk membuka usaha, karena modalnya yang kecil dan bisa dijual dengan harga yang lebih tinggi daripada di pasar. Tak hanya itu, meski barang thrift shop banyak diminati oleh milenial, tetapi tidak semuanya mau terjun langsung ke pasar baju, karena pasar thrift biasanya ramai oleh pembeli. Sehingga milenial lebih memilih untuk membelinya melalui e-commerce atau sosial media.
Berikut adalah tips yang harus dilakukan sebelum memulai bisnis thrift shop:
1. Buat Rencana
Milenial harus tahu dan merencanakan terlebih dahulu ingin menjual barang apa saja, seperti baju, celana, topi, tas, sepatu, dan lainnya. Kemudian, merencanakan ingin menjualnya melalui media apa. Apabila sudah merencanakan, milenial harus berkomitmen untuk menjalankan bisnis ini, seperti rutin update barang-barang terbaru, dan lainnya.
2. Cari Supplier
Milenial harus mencari supplier yang menjual barang-barang thrift shop dengan harga yang murah. Saat ini, banyak penjual di pasar thrift membuka penjualan dengan pakaian bundle atau paketan karungan. Biasanya, mereka menjual per karung besar dengan harga 1-3 juta, tentu harus memastikan dan mencari penjual thrift yang terpercaya dan menjual barang thrift dengan kualitas tinggi.
3. Pilih Lokasi Strategis
Apabila kamu ingin membuka toko untuk bisnis thrift shop, pastikan kamu mencari tempat atau lokasi yang strategis, di daerah yang ramai dan banyak dikunjungi orang, terutama di area yang banyak dihuni atau tinggal orang, sehingga orang-orang dapat berbelanja di tempat thrift shop kalian.
4. Giat Promosi
Kamu harus giat mempromosikan bisnis thrift shop ini melalui media sosial. Jangan lupa untuk membuat desain yang menarik, cantumkan jenis barang serta harga yang dijual. Lalu, kamu juga harus membuat konsep branding atau strategi marketing untuk memperkenalkan tokomu, cara itu bisa dilakukan dengan mengemas pakaian atau barang thrift semenarik mungkin, diberi thanks greating card, dan lainnya.