Budaya dan Kebiasaan di Jepang yang Sering Mungkin Membingungkan Turis Indonesia, Pahami dan Patuhi Supaya Tidak Malu Sendiri

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Jumat, 21 Juni 2024 | 22:00 WIB
Ilustrasi. Masyarakat Jepang yang patuh menyeberangi jalan di area zebra cross. (Tony Wu/Pexels)
Ilustrasi. Masyarakat Jepang yang patuh menyeberangi jalan di area zebra cross. (Tony Wu/Pexels)

3. Bayar dengan uang tunai
Jepang dikenal sebagai negara modern tetapi masyarakatnya lebih suka bayar dengan uang tunai.

Bila di Indonesia sudah terbiasa membayar dengan QRIS, di Jepang tidak berlaku.

Bahkan supermarket dan gerai fashion modern, seperti Uniqlo, ABC-Mart, dan Daisho lebih suka pembayaran tunai.

Ada beberapa yang menerima kartu kredit tetapi tidak dengan kartu debit.

Baca Juga: 4 Toko Buku di Tokyo, Jepang, yang Direkomendasikan Bagi Pecinta Buku Internasional

4. Cek ukuran koper yang dibawa
Kalau ingin traveling antar kota menggunakan shinkansen (kereta cepat) jangan asal bawa koper.

Aturan kereta api Jepang sangat ketat tentang ukuran koper yang boleh dan tidak boleh masuk kereta.

Aturan ini dibuat berkaitan dengan ketersediaan bagasi kabin di dalam kereta.

Di setiap kereta api pun ada tempat untuk mengecek ukuran koper Anda.

Baca Juga: 5 Gerai Kopi Lokal dengan Nama Besar di Jepang, Nomor 5 Sudah Punya Cabang di Indonesia

5. Reservasi online
Sejumlah tempat hiburan di Jepang jadi incaran banyak orang, seperti Universal Studio, Disneyland, Museum Gibli.

Tidak jarang antrean begitu panjang. Karenanya disarankan melakukan resevasi online.

Ini tidak hanya memudahkan tetapi juga Anda tahu pasti tanggal-tanggal yang kosong.

Museum Gibli misalnya, ini membatasi jumlah pengunjung. Pastikan datang saat kuota masih ada.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: japan-guide.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini