Mencicipi Pedasnya Sambal Tradisional

Photo Author
Redaksi, Kabar BUMN
- Selasa, 12 Juli 2022 | 10:36 WIB

Berasal dari Sulawesi Utara, sambal dabu-dabu kerap dihidangkan bersamaan berbagai olahan laut. Sekilas, tampilan sambal dabu-dabu mirip sambal matah. Pasalnya, kedua sambal asli Indonesia ini sama-sama berbahan dasar cabai rawit dan bawang merah segar yang diiris kasar. Bedanya, sambal dabu-dabu menggunakan tomat segar, timun, dan perasan jeruk nipis untuk menambahkan rasa segar.

Sambal roa

Masih dari Manado, sambal roa juga memiliki rasa pedas mantap yang bikin ketagihan. Sambal khas Indonesia ini terbuat dari campurkan ikan roa asap yang dihaluskan. Sejak suapan pertama, jangan kaget apabila lidah terasa seperti terbakar karena rasa pedas dan sedap menggigit di lidah.

Sambal ijo

Sambal khas dari Padang, Sumatera Barat, tampilan sambal ini berwarna hijau cerah yang segar, karena terbuat dari cabai hijau, tomat hijau, bawang merah, bawang putih, dan garam. Setelah diulek halus, sambal pun ditumis hingga matang. Sambal ijo memiliki rasa tidak terlalu pedas. Sehingga, sangat cocok dipadukan dengan berbagai olahan Minang yang bersantan dan berbumbu kuat.

Sambal tempoyak

Satu lagi sambal khas Indonesia yang sangat unik dan wajib dicoba, yakni sambal tempoyak. Berbeda dari olahan sambal lainnya, sambal tempoyak menggunakan durian sebagai bahan dasarnya. Berasal dari Sumatera Selatan, sambal tempoyak merupakan hasil fermentasi durian dengan cita rasa asam pedas yang nikmat. Cocok banget jadi cocolan atau dimakan langsung dengan nasi hangat dan berbagai lauk.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Redaksi

Terkini