5 Jajanan Kaki Lima Masyarakat Seoul, Korea Selatan, yang Sering Muncul di Drakor, Harganya Terjangkau

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Selasa, 25 Juni 2024 | 20:00 WIB
Tteokbokki yang diolah jadi sup lengkap dengan eomuk dan telur rebus. Jajanan Korea ini kini menjadi kegemaran penyuka Kpop maupun penonton drakor. (Wikipedia)
Tteokbokki yang diolah jadi sup lengkap dengan eomuk dan telur rebus. Jajanan Korea ini kini menjadi kegemaran penyuka Kpop maupun penonton drakor. (Wikipedia)

Baca Juga: Hanya Dipasarkan di Korea Selatan, Snack Ini Bisa Diborong di Supermarket di Seoul untuk Jadi Oleh-Oleh

3. Corndog
Corndog ala Seoul hasil adopsi kuliner Amerika. Jajanan ini mudah ditemukan di kaki lima Seoul.

Corndog merupakan sosis yang dibungkus adonan lalu dibalur tepung roti dan digoreng kering.

Variannya banyak. Ada yang diberi mozarella batangan atau ditambah fillet ayam.

Corndog disajikan dengan cara ditusuk seperti sate. Harganya sekitar KRW1.500-2000.

Baca Juga: Belum Tentu Setiap Orang Berani Mencobanya, Ini 6 Kuliner Ekstrem dari Korea Selatan

Eomuk atau fish cake ala Korea Selatan. (futuredish.com)

4. Eomuk
Eomuk sepintas mirip oden dari Jepang. Cocok dimakan di udara dingin.

Selain dengan kuah kaldu, kadang eomuk disajikan dengan kuah pedas juga.

Eomuk sering dipaketkan dengan menu lain yang cocok dinikmati bersamaan, seperti ramen dan tteokbokki.

Cara penyajiannya juga dengan tusukan bambu sehingga bisa dinikmati sambil berjalan.

Baca Juga: 5 Kuliner Korea yang Bisa Menghangatkan Badan, Tepat Bila Dinikmati di Musim Hujan

5. Tornado potato
Jajanan kaki lima ini bisa dibilang kombinasi antara kentang goreng dan keripik kentang.

Uniknya, kentang dibuat menjadi ulir panjang yang ditusukan pada tusuk satu. Lalu digoreng garing.

Rasanya gurih. Bahkan sering masih ditambahkan bumbu perasa seperti bbq, keju, atau cabai.

Tornado potato biasanya digoreng saat dipesan. Harga satu tusuk KRW4.000 (Rp46.000).***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: migrationology.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini