3. Puthu Lanang
Camilan ini terbuat dari tepung beras, gula merah, kelapa, dan daun pandan.
Seluruh bahan tersebut dibuat menjadi adonan setelah itu dikukus dengan cetakan dari bambu.
Sepintas puthu lanang mirip dengan kue putu. Bedanya di warnanya yang hijau muda.
Baca Juga: Rekomendasi 6 Restoran Nuansa Pedesaan di Malang
Warna ini berasal dari campuran daun pandan. Puthu lanang dinikmati dengan gula merah yang kental.
Kuliner ini pertama kali diperkenalkan Ibu Supiah tahun 1935. Sekarang pun warungnya masih ada.
Lokasinya di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Malang. Harga satu porsi Rp10.000.
4. Sate gebug
Sate gebug kuliner legendaris Malang. Sate terbuat dari daging sapi yang dipukul-pukul dulu sebelum dibakar.
Proses dipukul atau di-gebug ini membuat tekstur daging jadi sangat empuk.
Satu tusuk sate gebuk juga ukurannya lebih besar dari sate pada umumnya.
Sate gebug dihidangkan dengan sambal kecap yang sudah dicampur irisan cabe rawit.
5. Sari Apel
Sari apel terbuat dari buah apel yang diperas hingga mengeluarkan ekstrak.
Setelah itu dicampur gula murni sehingga terasa manis asam. Semua diolah tanpa pengawet.
Artikel Terkait
Perjalanan Melesat dari Jakarta Menuju Surabaya dan Malang, Imperial Suites DAMRI Solusinya!
Panduan Wisata ke Pantai Tiga Warna, Surga Tersembunyi di Malang yang Punya Aturan Kunjung Sangat Ketat
5 Tempat Makan Lezat dan Nyaman di Kota Malang, Pilihan Berburu Kuliner untuk Mahasiswa
Liburan Ala Konglomerat di Pantai Goa Pathuk Ilang, Destinasi Wisata di Malang yang Serasa Seperti Private Beach
BRI Dukung Pemberdayaan Kelompok Usaha Kampung Rosella, Malang, Ini Kisah dan Perkembangannya Hingga Sekarang
Saatnya Bertandang ke Waduk Selorejo, Selami Keindahan Panorama Bendungan yang Asri saat Liburan ke Malang