4 Tempat Pengasingan Tokoh Nasional di Masa Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Rabu, 7 Agustus 2024 | 17:00 WIB
Bung Hatta dan pejuang perintis kemerdekaan yang diasingkan di Boven Digoel. (retorika.id)
Bung Hatta dan pejuang perintis kemerdekaan yang diasingkan di Boven Digoel. (retorika.id)

Di sini dua tokoh nasionl ini bertemu dengan tokoh lain yang sudah lebih dulu diasingkan.

Baca Juga: Selain Harga Tiket Pesawat, Liburan ke Banda Neira Tidak Mahal-mahal Amat, Ini Perkiraan Biayanya

Yaitu Iwa Koesoemasoemantri dan dr. Cipto Mangunkusumo.

Moh Hatta dan Sutan Sjahir tinggal di rumah De Vries yang sedang tinggal di Batavia.

Mereka diasingkan selama enam tahun (1936-1942).

Baca Juga: Mau ke Banda Neira? Berikut Rekomendasi 6 Tempat Wisata yang Wajib Dikunjungi, Indah dan Kaya Nilai Sejarah

Rumah pengasingan yang ditempati Soekarno di Ende. (vibizportal.com via dreamers.id)

Ende
Ende jadi kota tempat Soekarno diasingkan pada tahun 1933.

Soekarno diasingkan karena aktivitas politiknya yang membahayakan pemerintah Hindia Belanda.

Selama pengasingan ini Soekarno tinggal di Kampung Ambugaga, Kelurahan Kotaraja.

Rumah sederhana ini milik Haji Abdullah Ambuwaru, dengan pohon sukun di dekat rumah.

Baca Juga: Napak Tilas Jejak Bung Karno dari Tiga Tempat Bersejarah di Blitar

Pohon ini jadi tempat Soekarno untuk mencari insiprasi, salah satunya tentang Pancasila.

Di Ende, Soekarno diasingkan selama empat tahun (1934-1938).

Ia membawa keluarga, yang terdiri atas Inggit Garnasih (istri), Ibu Amsi (mertua).

Juga kedua anak angkatnya, Ratna Djuami dan Kartika.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: indonesia.travel

Tags

Artikel Terkait

Terkini