Napak Tilas ke Kota Pahlawan, Berikut Rekomendasi Destinasi Wisata Bersejarah di Surabaya

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Jumat, 9 Agustus 2024 | 20:00 WIB
Monumen Tugu Pahlawan, salah satu destinasi wisata bersejarah di Kota Surabaya. (tiketwisata.surabaya.go.id)
Monumen Tugu Pahlawan, salah satu destinasi wisata bersejarah di Kota Surabaya. (tiketwisata.surabaya.go.id)

Baca Juga: 10 Museum Instagramable di Surabaya, Rekomendasi Wisata Edukasi Populer untuk Semua Kalangan

6. Hotel Majapahit

Hotel Majapahit, yang awalnya dikenal sebagai Hotel Yamato, menjadi saksi peristiwa bersejarah "Insiden Bendera" pada 19 September 1945.

Di hotel ini, para pejuang Indonesia berhasil menurunkan bendera Belanda dan mengibarkan bendera Merah Putih.

Kini, Hotel Majapahit tetap mempertahankan nuansa kolonialnya yang elegan dan menjadi salah satu destinasi wisata mewah di Surabaya.

Baca Juga: 6 Waterpark di Surabaya dan Sekitarnya, Rekomendasi Wisata Seru untuk Liburan Sekolah

7. Monumen Kapal Selam (Monkasel)

Monumen Kapal Selam (Monkasel) adalah kapal selam asli yang telah diubah menjadi museum.

Kapal selam KRI Pasopati 410, yang digunakan pada masa perang, sekarang dapat dijelajahi oleh pengunjung.

Di sini, Anda bisa merasakan suasana di dalam kapal selam yang sesungguhnya, lengkap dengan berbagai peralatan dan perlengkapan tempur.

Baca Juga: Kota Lama Surabaya Resmi Jadi Tempat Wisata, Tawarkan Sewa Kostum Eropa, Becak, hingga Jeep Tour!

Mengunjungi destinasi wisata bersejarah di Surabaya bukan hanya tentang menyaksikan bangunan atau monumen, tetapi juga tentang menghargai perjuangan dan pengorbanan para pahlawan.

Jadi, jika Anda berkesempatan berkunjung ke Kota Pahlawan, pastikan untuk menyertakan tempat-tempat ini dalam daftar perjalanan Anda.

Mari mengenang sejarah dan mengambil inspirasi dari semangat juang mereka untuk menghadapi tantangan masa kini.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Sumber: direktorat pai

Tags

Artikel Terkait

Terkini