Tidak Kalah dari yang Berbayar, Ini Tempat Wisata Gratis di Surabaya yang Mengedukasi dan Menyegarkan Paru-paru

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Rabu, 24 Juli 2024 | 08:30 WIB
Museum Surabaya Siola menyimpan  banyak  koleksi benda yang jadi saksi perkembangan kota Surabaya. (pergiyuk.com)
Museum Surabaya Siola menyimpan banyak koleksi benda yang jadi saksi perkembangan kota Surabaya. (pergiyuk.com)

Kabar BUMN - Tidak melulu harus mengeluarkan uang, Surabaya juga punya banyak tempat wisata gratis.

Tempat wisata gratis di Surabaya ini tidak kalah menariknya dengan yang berbayar.

Beberapa tempat wisata gratis di Surabaya ini bahkan bisa mencerdaskan pengunjungnya.

Baca Juga: Resmi Jadi Tempat Wisata, Ini Rekomendasi Destinasi yang Bisa Dikunjungi di Kota Tua Surabaya

Taman Harmoni Keputih
Hingga tahun 2014 silam, taman ini dulunya lebih dikenal sebagai tempat pembuangan sampah.

Tapi kini Taman Harmoni Keputih telah bertransformasi menjadi taman terbesar di Surabaya.

Di sini terdapat area hutan bambu, taman bunga matahari dan juga bunga sakura.

Lokasinya di jalan Keputih Tegal Timur no 249, Keputih, Surabaya. Buka jam 06.00-18.00 WIB.

Baca Juga: 6 Tempat Wisata yang Direkomendasikan di Kenjeran, Surabaya, Menikmati Keindahan Matahari Terbenam dan Kuliner Laut

Museum Surabaya
Museum ini tujuan tepat bagi yang ingin tahu perkembangan Surabaya dari masa ke masa.

Berada di Gedung Siola yang didirikan tahun 1877, ini dulu toserba terkenal di zaman Hindia Belanda.

Museum Surabaya menyimpan banyak koleksi benda yang jadi saksi perkembangan kota Surabaya.

Mulai dari pakaian adat, replika rumah kuno, becak, dan sejumlah dokumen berbahasa Belanda.

Baca Juga: 10 Museum Instagramable di Surabaya, Rekomendasi Wisata Edukasi Populer untuk Semua Kalangan

Gedung Museum De Javasche Bank di kawasan Kota Tua Surabaya dari masa ke masa. (Facebook/Indonesian History Reborn)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: direktorat pai

Tags

Artikel Terkait

Terkini