Saat itu para pemodal asing boleh masuk dan berbisnis di Yogaykarta.
Sejak saat itu pula dibangun stasiun, bank, pasar dan sekolah. Semuanya di sekitaran jalan Malioboro.
Kawasan ini jadi ramai dilalui orang-orang dan secara perlahan Malioboro jadi sentra ekonomi.
Terutama sejak dibukanya Pasar Beringharjo, semakin banyak orang datang ke Malioboro.
Mereka yang tidak bisa berjualan di dalam pasar, akhirnya berjualan di pinggiran jalan.
Ini juga yang kemudian berkembang menjadi pedagang kaki lima di kawasan tersebut.
Baca Juga: Jelajahi Keragaman Kuliner Khas Yogyakarta yang Direkomendasikan di Pasar Beringharjo
3. Satu garis lurus dengan keraton
Jalan Malioboro berada pada satu garis lurus dengan keraton Yogyakarta.
Malioboro jadi penghubung antara Tugu Jogja dengan keraton.
Ini sesuai dengan konsep filosofi keraton Yogyakarta yaitu sangkan parining dumadi.
Yang artinya dari mana seorang manusia berasal dan ke mana dia akan kembali.
Baca Juga: Jelajah Keraton di Pulau Jawa, Tempat Tinggal Keluarga Kerajaan yang Usianya Sudah Ratusan Tahun
4. Lokasi Serangan Umum 1 Maret
Malioboro pernah jadi saksi sejarah kemerdekaan Indonesia.
Artikel Terkait
Kemah di Area Yogyakarta, Berikut Rekomendasi Spot-spot Camping Terbaiknya
Solo Traveling ke Yogyakarta? Ini 10 Ide Ativitas Seru yang Bisa Kamu Lakukan
4 Bukit di Yogyakarta untuk Melepas Penat dengan Menyaksikan Pemandangan Luas dari Ketinggian
5 Pantai Terbaik di Gunungkidul, Yogyakarta untuk Snorkeling, Tidak Kalah Indah dengan Raja Ampat dan Bunaken
Walking Tour di Kampung Kauman, Yogyakarta, Kampung Bersejarah Tempat Kyai Ahmad Dahlan
Semarak Kemerdekaan Indonesia, Merapi Park Yogyakarta Tawarkan Beragam Promo Menarik Mulai dari Diskon Tiket Masuk hingga Lomba 17 Agustusan