Jelajah Alam dan Menengok Sekeping Sejarah Masa Lalu di Gunung Puntang, Bandung

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Rabu, 21 Agustus 2024 | 17:00 WIB
Gunung Puntang bagian dari Pegunungan Malabar, dengan Puncak Mega yang tingginya 2.222 mdpl. (superlive.id)
Gunung Puntang bagian dari Pegunungan Malabar, dengan Puncak Mega yang tingginya 2.222 mdpl. (superlive.id)

Semua fasilitas kamping mulai dari tenda, sleeping bag, kayu bakar dan colokasi listrik sudah ada.

Selain itu, di dekat Gunung Puntang terdapat Sungai Cigereuh dan dua air terjun, Curug Siliwangi dan Cikahuripan.

Banyak orang ke sana untuk bermain air, berendam, berenang, atau memancing.

Baca Juga: 5 Tempat Wisata Keluarga di Dago, Kawasan Elitnya Bandung Sejak Zaman Hindia Belanda

Antena Radio Sisa Belanda
Di zaman kolonial Belanda, Gunung Puntang jadi lokasi pemancar radio terbesar Asia Tenggara.

Stasiun radionya sendiri diberinama Radio Malabar.

Antena ini berfungusi untuk berkomunikasi dengan pemerintah pusat di Belanda.

Baca Juga: 4 Destinasi Wisata Bersejarah di Bandung

Di bekas lokasi bangunan Radio Malabar di Gunung Puntang kini berubah fungsi sebagai coffee shop bernama Berg. (Instagram/@gunungpuntang_id)

Sudah lama tidak digunakan, hingga sekarang sisa bangunan dan antenanya masih berdiri tegak.

Sekarang bekas bangunan Radio Malabar berubah fungsi sebagai coffee shop bernama Berg.

Orang bisa bersantai menikmati kopi dan camilan di tengah keindahan Gunung Puntang.

Baca Juga: Sajikan Menu Beragam dan Kenyamanan Maksimal, KAIfetaria by Loko Café Telah Hadir di Bandung

Di dekat sini juga terdapat Goa Belanda yang bisa dieksplorasi.

Goa ini panjangnya 165 meter. Dibangun sebagai tempat bersembunyi dan menyimpan perbekalan tentara Belanda.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: direktorat pai

Tags

Artikel Terkait

Terkini