Menikmati Keunikan Desa Wisata Jamu Gendong Kiringan di Bantul, Jogja

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Jumat, 23 Agustus 2024 | 10:00 WIB
Desa Wisata Jamu Gendong Kiringan, Bantul, Jogja. (Jogjakartour.com)
Desa Wisata Jamu Gendong Kiringan, Bantul, Jogja. (Jogjakartour.com)

Mbok-mbok desa dengan senang hati akan membagikan pengetahuan mereka tentang cara mengolah jamu dari bahan-bahan alami yang diambil langsung dari kebun mereka.

Ini bukan hanya sekadar wisata, tetapi juga pengalaman edukatif yang menyenangkan.

Saat tiba di desa, wisatawan akan disambut dengan welcome drink berupa segelas jamu segar yang diracik langsung oleh mbok-mbok desa.

Baca Juga: Pertamina Luncurkan Situs Khusus Keberlanjutan untuk Wujudkan Energi Berkelanjutan

Hanya dengan membayar Rp. 35.000, kamu sudah bisa menikmati berbagai suguhan menarik yang ada di desa ini.

Selain itu, Desa Kiringan juga menawarkan paket wisata yang dilengkapi dengan guide.

Guide ini akan mengajak kamu berkeliling desa, melihat aktivitas sehari-hari masyarakat, dan memahami lebih dalam tentang budaya setempat.

Baca Juga: Tips Efektif Menghilangkan Bau Ketiak, Pakai Deodoran Saja Tidak Cukup

Penginapan dan Aksesibilitas

Bagi wisatawan yang ingin lebih lama menikmati suasana desa, Desa Kiringan juga menyediakan homestay dengan fasilitas yang nyaman.

Menginap di desa ini memberikan kesempatan untuk merasakan kehidupan pedesaan yang asri dan jauh dari hiruk-pikuk kota.

Baca Juga: Ada Loker BUMN di Yogyakarta, PT MUM Buka Posisi untuk Lulusan S1 Semua Jurusan

Akses menuju Desa Kiringan juga cukup mudah. Berjarak sekitar 16 km dari pusat kota Yogyakarta, desa ini bisa dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun umum.

Jalan menuju desa juga sudah cukup baik, sehingga kamu tidak perlu khawatir akan kesulitan mencapainya.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Sumber: jogjakartour.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini